Kejari Sita Uang Rp2 M dari Tangan Dua Tersangka Korupsi di RSUD Rohul

- Kamis, 30 Desember 2021 | 14:53 WIB
Kajari Pri Wijeksono memperlihatkan uang yang disita dari tersangka dugaan korupsi di RSUD Rohul (Istimewa)
Kajari Pri Wijeksono memperlihatkan uang yang disita dari tersangka dugaan korupsi di RSUD Rohul (Istimewa)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pihak Kejaksaan menyita uang sebesar Rp2 miliar lebih dari tangan dua tersangka dugaan korupsi di RSUD Rokan Hulu.

Selanjutnya, uang tersebut dititipkan ke Rekening Penerimaan Lainnya Kejari Rohul untuk dijadikan barang bukti di persidangan.

Penyitaan itu dilakukan Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rohul, Kamis (30/12). Upaya itu dilakukan dalam proses penyidikan perkara dugaan korupsi belanja oksigen dan gas di BLUD RSUD Rohul Tahun Anggaran 2018 dan 2019.

"Adapun uang yang berhasil disita adalah dengan total sebesar Rp2.092.751.129," ujar Kepala Kejari Rohul Pri Wijeksono melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidsus, Doni Saputra, Kamis siang.

Dikatakan Doni, uang tersebut disita dari tangan dua tersangka. Mereka masing-masing berinisial SR dan AS.

"Dari tersangka SR sebesar Rp2.029.672.219 dan dari tersangka AS sebesar Rp63.078.910," lanjut Doni.

Baca Juga: Peneliti Jepang Ungkap Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta Karena Kurang Patogen, Namun Sangat Masif

Setelah dilakukan penyitaan, tim Penyidik melalui Bendahara Penerimaan menitipkan uang tersebut ke Rekening Penerimaan Lainnya (RPL) Kejari Rohul. Uang tersebut nantinya akan dijadikan barang bukti di persidangan.

Diketahui, Kejari Rohul telah menetapkan 4 orang tersangka dalam perkara rasuah tersebut. Salah satunya adalah Direktur RSUD Rohul saat ini, Novil Raykel.

Penyematan status tersangka tersebut dilakukan pada Jumat (17/12) kemarin, setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup. Selain itu, penyidik juga telah menerima Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negera/Daerah dari pihak auditor sebesar Rp2.092.751.129.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X