Penipuan Tawaran Proyek, Lurah Maharani Nonaktif Segera Disidang

- Selasa, 14 Desember 2021 | 17:50 WIB
Kantor Lurah Maharani
Kantor Lurah Maharani

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Dalam waktu dekat, perkara dugaan penipuan modus menawarkan proyek di dinas namun ternyata fiktif dengan tersangka Zulkifli akan disidangkan. Hal itu seiring dengan telah dilimpahkannya berkas perkara Lurah Maharani Kecamatan Rumbai Barat nonaktif itu ke pengadilan.

"Sudah dilimpahkan ke PN (Pengadilan Negeri Pekanbaru,red)," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Zulham Pardamean Pane, Selasa (14/12).

Pelimpahan berkas perkara itu dilakukan setelah Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) merampungkan penyusunan surat dakwaan. Dimana sebelumnya penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru telah melimpahkan penanganan perkara ke Jaksa.

"Minggu kemarin (berkas dilimpahkan ke pengadilan)," pungkas mantan Kasi Pidum Kejari Binjai, Sumatra Utara (Sumut) itu.

Baca Juga: Tahap II Perkara Karhutla di Lahan PT BMI, Polda Tengah Koordinasi dengan Kejati Riau

Sementara itu dari informasi yang didapat, Zulkifli akan menjalani sidang perdana pada Kamis (16/12) mendatang. Agenda sidang tersebut adalah pembacaan surat dakwaan oleh JPU Pince Puspasari. 

Diketahui, perbuatan tersangka Zulkifli itu bermula pada Selasa (19/1) lalu di Hotel Premiere Pekanbaru. Saat itu dia menawarkan pekerjaan melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru kepada seseorang bernama Tirta Buana.

Selanjutnya, Tirta Buana menyerahkan uang dalam bentuk cek dengan total Rp1,7 miliar lebih. Dari jumlah itu sudah dicairkan Rp1,3 miliar lebih.

Namun setelah dilakukan pengecekkan ke dinas tersebut, barulah diketahui bahwa pekerjaan tersebut tidak terdaftar atau fiktif. Tidak terima hal itu, korban akhirnya melapor ke Polresta Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X