Jaksa Terima Limpahan Penanganan Perkara 114 Kg Ganja dari Penyidik BNN Pusat

- Selasa, 23 November 2021 | 18:05 WIB
Dua tersangka peredaran 114 Kg ganja menjalani tahap II di Kantor Kejati Riau (Istimewa)
Dua tersangka peredaran 114 Kg ganja menjalani tahap II di Kantor Kejati Riau (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum menerima pelimpahan penanganan perkara dugaan peredaran narkotika jenis ganja seberat 114 kilogram dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Ada dua orang tersangka dalam perkara ini, yaitu Andar Haposan Parlindungan Lumban Tobing dan Marianto Sabri.

Proses tahap II dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (23/11). Dimana saat itu, kedua tersangka dihadirkan, dan proses pemeriksaan berkas serta barang bukti dilakukan Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis.

"Benar. Hari ini kita telah menerima pelimpahan tahap II perkara narkotika dengan tersangka AHP dan MS dari penyidik BNN," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bengkalis, Zikrullah yang didampingi Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Doli Novaisal.

Dikatakan Zikrullah, barang bukti dalam perkara ini adalah 5 karung narkotika jenis ganja dengan berat kotor 114.725 gram atau 114,725 kilogram. Barang haram itu telah dimusnahkan, dan disisakan sedikit sebagai barang bukti di persidangan nantinya.

Baca Juga: Berlindung Dibalik Aturan Terkait Aparatur Sipil Negara, Rektor Unri Belum Berani Copot Jabatan Dekan Fisip

Atas tahap II ini, lanjut dia, JPU akan menyiapkan surat dakwaan. Jika rampung, berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Kedua tersangka ditahan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan,red) Kelas IIA Bengkalis," pungkas Zikrullah.

Dari informasi yang dihimpun, pengungkapan perkara ini dilakukan pada Jumat (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Adapun lokasi pengungkapan berada di Jalan Rawa Panjang Desa Bathin Sobanga Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis.

Kejadian bermula saat dua pesakitan diarahkan seorang yang bernama Sahril Manatap Simanjuntak (penuntutan terpisah), untuk pergi dengan mengendarai sebuah mobil ke daerah Pelalawan tepatnya di sebuah perkebunan kelapa sawit. Saat itu terlihat ada tanda masker putih lalu kedua pelaku disuruh berhenti dan turun dari mobil.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X