Polisi Turut Ringkus Tangan Kanan Anak Jenderal, Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Lokasi

- Rabu, 17 November 2021 | 20:55 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memperlihatkan barang bukti kayu hasil pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Bengkalis, Rabu 17 November 2021
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memperlihatkan barang bukti kayu hasil pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Bengkalis, Rabu 17 November 2021

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Jumlah tersangka dugaan pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis bertambah menjadi dua orang. Hal itu seiring ditangkapnya HM alias Ari, orang dekatnya Mat Ari alias Anak Jenderal.

Dalam kasus ini, Anak Jenderal diduga sebagai cukong dan pemodal di balik aktivitas ilegal
tersebut. Sementara Hari adalah kaki tangannya.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi turun langsung ke lokasi pembalakan liar tersebut
Rabu (17/11). Ia datang bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol
Ferry Irawan, Dansat Brimob Kombes Pol Dedi Suryadi, dan Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.

Kehadiran Jenderal Bintang Dua itu membuktikan kehadiran negara dalam memberantas praktik
illegal logging di Bumi Lancang Kuning. Dia menegaskan, jajarannya akan memburu pelaku
perambahan hutan di Cagar Biosfer GSK.

"Kita akan kejar kaki tangan dari kelompok Mat Ari alias Anak Jenderal ini," ujar Irjen Pol Agung
seraya mengatakan, pihaknya berhasil membekuk HM alias Hari, yakni sehari setelah
ditangkapnya Mat Ari alias Anak Jenderal. Keduanya disinyalir sebagai dalang dalam kasus
tersebut.

Baca Juga: Amankan Anak Jenderal, Polda Riau Sita Ratusan Tual Kayu Ilegal di Bengkalis

"Hari ini (kemarin,red), Jenderal beneran yang datang ke sini untuk menangkap kelompok Mat Ari
alias Anak Jenderal. Tentunya kita akan dalami lagi," tegas mantan Deputi Siber pada Badan
Intelijen Negara (BIN) itu.

Mat Ari alias Anak Jenderal diketahui memodali para pekerja sebesar Rp3 juta. Tugas pekerja
adalah menebang pohon di dalam hutan lindung yang sudah tumbuh belasan hingga puluhan
tahun.

Sebagian langsung diolah di dalam hutan dan beberapa lainnya masih dalam bentuk
gelondongan. Kayu-kayu ini kemudian dibawa hingga ke tepian tasik atau danau, diikat seperti
rakit lalu ditarik menggunakan sampan bermotor untuk dibawa ke daratan.

Baca Juga: Tragis, Kakak Adik Ditemukan Hangus Terbakar

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X