Penyidik Tak Tahan Tersangka, JPU: Dua Polisi Sengaja Bunuh Laskar FPI di KM 50

- Senin, 18 Oktober 2021 | 16:15 WIB
Ilustrasi (Pixabay/Kerrtu)
Ilustrasi (Pixabay/Kerrtu)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zet Tadung Allo dalam dakwaannya mengungkapkan dua anggota kepolisian Polda Metro Jaya, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Mohammad Yusmin Ohorella telah secara sengaja membunuh dan menganiaya 6 anggota Laskar FPI di KM 50.

Zet Tadung Allo mengungkapkan, mulanya Ipda Elwira Priadi (almarhum) melakukan tembakan mematikan ke arah mobil Chevrolet yang ditunggangi 6 anggota FPI yang melarikan diri di sekitar jembatan Badami Jalan Interchange Kabupaten Karawang, Jawa Barat 7 Desember 2020.

Dalam peristiwa itu, Fikri dan Yusmin turut melakukan penembakan tanpa memperkirakan akibat yang ditimbulkan.

"Ipda Mohammad Yusmin Ohorella yang berada di atas mobil Avanza warna silver Nomor Pol. K 9143 EL turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan cara melakukan penembakan tanpa memperkirakan akibatnya bagi orang lain," kata Zet dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10) dikutip dari CNN Indonesia.

"Ipda Mohammad Yusmin Ohorella melakukan penembakan beberapa kali yang diikuti oleh terdakwa turut melakukan penembakan dengan senjata api CZ C063937 KAL 9 MM ke arah penumpang yang berada di atas mobil anggota FPI yang duduk jok tengah," tambah Zet.

Akibat tindakan itu, dua anggota FPI atas nama Faiz Ahmad Syukur dan satu orang lainnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di Rest Area KM 50.

Baca Juga: Akhirnya Keinginan Bubarkan FPI Terwujud, Menko Polhukam Umumkan Pembubaran

Selain itu, Fikri juga ikut menembakkan peluru tajam ke anggota FPI, M. Reza dan Muhammad Suci Khadavi Poetra saat membawa 4 anggota Laskar itu ke Polda Metro Jaya. Tindakan ini Fikri lakukan setelah Elwira almarhum melakukan tembakan mematikan ke beberapa anggota FPI itu terlebih dahulu.

Menurut Zet, Fikri melakukan penembakan dalam jarak yang sangat dekat. Bahkan proyektil yang ia tembakkan tembus ke pintu bagasi.

"Terdakwa tanpa rasa belas kasihan merampas nyawa orang lain dengan cara melakukan penembakan kembali tanpa memperkirakan akibatnya bagi orang lain, lalu membalikkan badannya ke arah belakang sambil berlutut di kursi pada jarak hanya beberapa senti meter saja dari M. Reza (almarhum) maupun Muhammad Suci Khadavi Poetra (almarhum)," terang Zet.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Siak Tangkap Kakek Pengedar Sabu di Perawang

Kamis, 25 November 2021 | 20:46 WIB

Polda Riau Belum Tahan Dekan FISIP UNRI, Ini Alasannya

Selasa, 23 November 2021 | 12:52 WIB
X