Kuasa Hukum Kadis ESDM Provinsi Riau Ajukan Pra Peradilan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Kuasa Hukum Indra Agus Lukman Rizki JP Poliang SH MH (Istimewa)
Kuasa Hukum Indra Agus Lukman Rizki JP Poliang SH MH (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Kuasa Hukum Indra Agus Lukman, Rizki JP Poliang SH MH mengajukan Pra Peradilan (Prapid) terkait persoalan yang sedang dihadapi oleh kliennya, yakni Kadis ESDM Provinsi Riau yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi pada 12 Oktober 2021 kemarin.

Penetapan tersangka terhadap Indra Agus Lukman dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam bidang bimtek dan pembinaan bidang pertambangan serta akselerasi di Dinas ESDM Kuantan Singingi ke Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2013-2014 silam.

Dalam hal penetapan tersangka terhadap Indra Agus Lukman tertuang dalam Nomor : B-1660/L.4.18/Fd.1/10/2021 tanggal 12 Oktober 2021.

"Permohonan Prapid yang kami ajukan pada Pengadilan Teluk Kuantan menyangkut sah atau tidaknya penetapan tersangka terhadap kliennya (Indra Agus Lukman)," ujar Rizki JP Poliang  kepada Haluanriau.co pada hari Kamis (14/10/2021) di Teluk Kuantan.

Baca Juga: Siak Pertahankan Predikat KLA Tingkat Nindya

Dikatakan Rizki, pihaknya telah mengajukan permohonan dan telah didaftarkan di kepaniteraan Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau pada 13 Oktober 2021 sore kemarin.

"Sudah... Sudah kita daftarkan di kepaniteraan, sore kemarin sekitar pukul 15:15 WIB," ucap Rizki.

Menurut Rizki, yang menjadi alasan Hukum pengajuan Praperadilan tersebut pada prinsipnya karena pihaknya menilai bahwa terdapat adanya cacat formil dalam proses penyelidikan dan penyidikan dalam perkara yang menimpa kliennya yang bertentangan dengan peraturan Jaksa Agung RI Nomor : PERJA-039/A/JA/10/2010 tentang tata kelola administrasi dan teknis penanganan perkara tindak pidana khusus.

Sementara itu, disisi lain pihaknya menilai bahwa proses penyelidikan dan penyidikan hingga penetapan tersangka terhadap kliennya dilakukan dalam kurun waktu yang terbilang sangat singkat.

"Hal ini menurut kami sangat jauh dari kebiasaan kebiasaan penangan perkara yang dilakukan oleh Kejaksaan di berbagai daerah lain di Indonesia," ujar Rizki.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SIM Swap: Modus Kejahatan Teknologi Terbaru

Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:40 WIB

Asyik Main Judi Song, 4 Warga Perawang Diborgol Polisi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:56 WIB
X