Dugaan Rasuah Hingga Rp800 Juta, Diklarifikasi 3,5 Jam Ida Yulita Susanti Bungkam

- Senin, 27 September 2021 | 19:22 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Ida Yulita Susanti dikenal sebagai salah satu anggota DPRD Kota Pekanbaru yang lantang bersuara, baik di parlemen maupun di hadapan awak media. Kali ini, suara politisi Partai Golongan Karya itu mendadak 'hilang' usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Ida adalah terlapor dalam perkara dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD. Dimana, Ida diduga menerima tunjangan transportasi, sementara dirinya juga menggunakan kendaraan dinas.

Untuk memastikan perbuatannya itu, Ida diundang untuk menjalani proses klarifikasi di Kantor Kejari Pekanbaru, Senin (27/9). Dia memenuhi undangan Jaksa pada pukul 14.30 WIB, molor setengah jam dari jadwal yang ditentukan.

Saat datang, Ida tampak didampingi Ketua Fraksi PAN DPRD Pekanbaru, Irman Sasrianto, masuk menuju ruang pemeriksaan di lantai 1 kantor Korps Adhyaksa yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Tak lama berselang, Irman tampak keluar.

Proses klarifikasi terhadap legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Tampan itu berakhir pada pukul 18.00 WIB. Saat hendak meninggalkan kantor Kejari Pekanbaru, awak media mencoba untuk mewawancarainya.

Sayangnya, tak satu pun pertanyaan yang dilontarkan wartawan dijawabnya. Pertanyaan soal tujuan kedatangannya, kebenaran informasi soal dia menerima tunjangan transportasi dan menggunakan mobil dinas, tak satupun dijawabnya.

Ida yang saat itu mengenakan pakaian yang didominasi warna hitam dan mengenakan hijab itu hanya terlihat tertunduk, berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman Kejari Pekanbaru.

"Maaf ya, Dinda ya," singkat Ida saat berada di dalam mobil mewah jenis sedan warna hitam dengan nomor polisi 1474 NL. Sejurus kemudian, mobil tersebut meninggalkan kantor Kejari Pekanbaru.

Terpisah, Lasargi Marel membenarkan adanya proses klarifikasi terhadap istri dari mantan Kepala UPT PKB pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Muhammad Nasri ini. Menurut Marel, proses ini guna menindaklanjuti laporan yang diterima pihaknya.

"Belum bisa dikatakan pemeriksaan, ini masih hanya klarifikasi biasa menindak lanjuti laporan masyarakat. Tentunya kita sebagai aparat penegak hukum, laporan masuk, pasti kita tindak lanjuti," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru itu.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X