Lagi Dugaan Kredit Fiktif di Bank Pemerintah di Riau, Jaksa Bakal Lakukan Gelar Perkara

- Minggu, 26 September 2021 | 16:31 WIB
Ilustrasi kredit fiktif
Ilustrasi kredit fiktif

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Dalam waktu dekat, Kejaksaan Negeri Kampar akan melakukan gelar perkara dugaan penyimpangan di tubuh salah satu Bank Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau Cabang Bangkinang. Hal itu guna memastikan kelanjutan perkara.

Demikian diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Arif Budiman melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Silfanus Rotua Simanulang, Minggu (23/9). Dikatakannya, pengusutan perkara tersebut masih berjalan. Bahkan, Jaksa telah memeriksa sejumlah orang, baik dari pihak bank maupun kreditur.

Adapun perkara yang tengah diusut itu adalah dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kepulauan Riau tersebut, dalam pembelian lahan sawit di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kampar. Pengusutan perkara itu masih dalam penyelidikan.

"Kami tengah upaya merampungkan proses penyelidikannya," ujar Silfanus.

Jika sudah rampung, kata dia, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Langkah ini, untuk memastikan apakah perkara rasuah itu bisa ditingkatkan ke tahapan selanjutnya atau tidak.

"Dalam waktu dekat kami akan melalukan gelar untuk memastikan kelanjutan perkara itu," sebut mantan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Pelalawan itu .

Untuk diketahui, lahan sawit yang menjadi permasalahan itu berada di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kampar. Berdasarkan informasi, pembelian lahan sawit tersebut, melalui kredit di Bank tersebut. Yang mana, prosesnya berkaitan dengan Koperasi Majapahit yang berada di kabupaten tersebut.

Sebelumnya Bank ini juga terseret-seret dalam persoalan yang diusut aparat penegak hukum. Teranyar, kasus tindak pidana perbankan di Cabang Rokan Hulu. Perkara itu ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Dana miliaran rupiah milik nasabah berhasil dicuri oleh dua oknum pegawai bank tersebut. Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Adapun para tersangka yakni seorang perempuan berinisial NH (37) selaku mantan teller bank. Lalu, AS (42) mantan Head Teller atau Pemimpin Seksi (Pimsi) Pelayanan. Mereka menguras uang nasabah dengan rinciannya yakni Rosmaniar sebesar Rp1.215.303.076, Hothasari Nasution sebesar Rp133.050.000, dan Hasimah Rp41.995.000.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Terkini

Bocah-Bocah Begal di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:16 WIB

Anak Anggota Dewan Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:40 WIB
X