Polres Inhil Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Pelaku Terancam Hukuman Mati

- Jumat, 24 September 2021 | 11:29 WIB
 (Istimewa)
(Istimewa)

Baca Juga: Tidak Bijak, Pimpinan RSUD Kota Dumai Tarik Biaya Parkir dari Karyawan Sendiri Sebesar 30 Ribu

Pelaku membunuh korban disebutkan Kapolres dengan cara menjerat leher korban menggunakan tali rapia (sesuai dengan hasil autopsi korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul.

"Setelah melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku kemudian mengambil perhiasan milik korban yang selanjutnya pelaku langsung berangkat ke Tembilahan untuk menjual kalung emas tersebut ke pedagang emas dengan berpura-pura menjualkan emas milik mertuanya," ungkap AKBP Dian.

Turut diamankan barang bukti berupa uang sejumlah Rp. 9.557.000,- (sembilan juta lima ratus lima puluh tujuh ribu rupiah) dan 2 unit handphone android hasil penjualan perhiasan milik korban.

(Istimewa)

Sedangkan menurut keluarga korban, perhiasan korban yang hilang atau tidak ditemukan adalah 1 untai kalung dan beberapa buah gelang dengan kerugian 120 mayam yang apabila di kalkulasi dengan uang mencapai Rp. 340.000.000.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2021 Disinyalir Ditunda, DPR RI Jabarkan Masalahnya

"Adapun 1 untai kalung emas milik korban di jual pelaku pada Kamis (2/9) dengan hasil penjualan Rp. 66.250.000.- (berat kalung 25 mayam, permayam Rp. 2.650.000.) Uang hasil penjualan dimasukkan pelaku ke rekening bank miliknya sebesar 20 juta yang sisanya dipergunakan oleh pelaku membeli shabu untuk berfoya-foya," sebutnya.

Pelaku dikenai pasal 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati.

"Pelaku melakukan pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Sedangkan tindak pidana narkotika shabu masih kami dalami," jelas Kapolres.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X