Polda Riau Dalami Penerapan Pasal Lain, Kadiskes Meranti Bisa Dijerat Hukuman Seumur Hidup

- Selasa, 21 September 2021 | 19:59 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditahan Polda Riau atas dugaan kasus penggelapan alat rapid tes (Istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditahan Polda Riau atas dugaan kasus penggelapan alat rapid tes (Istimewa)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau mendalami kemungkinan penerapan pasal lain terhadap Misri Hasanto. Dengan begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti itu bisa dijerat dengan hukuman yang maksimal hingga pidana penjara seumur hidup.

Misri Hasanto adalah tersangka dugaan korupsi berupa penyelewengan bantuan alat rapid test di Diskes Kabupaten Kepulauan Meranti. Misri sendiri telah dilakukan penahanan di sel tahanan Mapolda Riau sejak Jumat (17/9) kemarin.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, saat ini penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau tengah merampungkan berkas perkara tersangka. Di antaranya, dengan pemeriksaan saksi-saksi yang jumlahnya puluhan orang.

"Sampai hari ini (kemarin,red) sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap 40 saksi," ujar Kombes Pol Sunarto, Selasa (21/9).

Baca Juga: Dampak Pandemi, 124 Ribu Mahasiswa di Daerah 3T Tak Maksimal Belajar Daring

Para saksi itu, kata dia, terdiri dari pegawai dan staf di Diskes Meranti, UPT Puskesmas di Meranti, dan staf Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru. Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan terhadap saksi ahli.

Lanjut dia, saat ini penyidik juga tengah mendalami kemungkinan diterapkannya pasal lain terhadap tersangka. Adapun pasal dimaksud adalah Pasal 3 pada UU Tipikor.

Dimana sebelumnya penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 9, Pasal 10 huruf a UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidananya hingga 7 tahun penjara.

"(Dengan penerapan Pasal 3) Sehingga ancaman hukuman bisa lebih berat lagi, bisa seumur hidup," pungkas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, penyidikan perkara ini masih terus bergulir, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pelaku lain dalam perkara ini.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asyik Main Judi Song, 4 Warga Perawang Diborgol Polisi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:56 WIB

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB
X