Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Kampar Divonis Rendah, Jaksa Banding

- Selasa, 21 September 2021 | 11:31 WIB
Ilustrasi Pengadilan Negeri Pekanbaru  (Sumber: Google Street View)
Ilustrasi Pengadilan Negeri Pekanbaru (Sumber: Google Street View)



HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum akhirnya menolak putusan hakim yang menjatuhkan vonis rendah terhadap para terdakwa dugaan korupsi  proyek peningkatan jalan Kampung Pinang-Teluk Jering, Kabupaten Kampar. Terkait hal tersebut, Jaksa menyatakan banding.

Ada empat terdakwa dalam perkara ini. Mereka adalah Edi Yusman selaku Kepala Operasional Wilayah Kabupaten Kampar PT Bakti Aditama, dan Imam Gojali selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar.

Lalu, Muhammad Irfan, Direktur Utama yang bertindak atas nama PT Bakti Aditama-PT Sapta Karya (KSO) Kontraktor Pelaksana kegiatan, dan Irwan selaku Suvervisor Engineer Konsultan Pengawas CV Karya Konsultan.

Keempatnya telah mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (31/8) kemarin.

Adapun putusannya, terdakwa Imam Gojali, Muhammad Irfan dan Irwan divonis masing-masing 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Sementara Edi Yusman divonis 3,5 tahun, denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan dan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp526.783.007 subsider 1 tahun penjara.

Keempat terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan itu sangat rendah dibandingkan tuntutan Jaksa yang menginginkan keempatnya dihukum selama 8,5 tahun penjara. Keempatnya juga dituntut membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Khusus terdakwa Edi Yusman dan Muhammad Irfan dituntut membayar uang pengganti (UP) kerugian negara. Edi dituntut membayar UP sebesar Rp1.186.292.739 subsider 4 tahun dan 3 bulan. Sementara Irfan dituntut membayar UP sebesar Rp112 juta subsider 4 tahun dan 3 bulan kurungan.

Menurut Jaksa para terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"JPU sudah menyatakan banding pada hari keenam setelah putusan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Arif Budiman, Selasa (21/9).

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asyik Main Judi Song, 4 Warga Perawang Diborgol Polisi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:56 WIB

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB
X