Pembobolan Rekening Nasabah BJB Pekanbaru, Pengamat Curigai Ada yang Ditutupi Pihak Bank

- Senin, 20 September 2021 | 16:30 WIB
Pengamat Hukum dari Universitas Riau, Erdiansyah SH MH
Pengamat Hukum dari Universitas Riau, Erdiansyah SH MH

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kasus dugaan pembobolan rekening nasabah prioritas di Bank Jabar-Banten (BJB) Cabang Pekanbaru, menarik perhatian sejumlah pihak. Salah satunya, Erdiansyah.

Pengamat Hukum dari Universitas Riau (Unri) itu mencurigai ada yang ditutup-tutupi pihak bank terkait persoalan tersebut. Pasalnya, selama kasus ini ditangani penegak hukum, BJB dinilai pasif.

Menurutnya, jika memang ini perbuatan oknum, BJB seharusnya proaktif. "Kita melihat selama kasus ini ditangani, BJB pasif, harusnya BJB aktif ungkap siapa yang melakukan. Tapi ini kok pasif, tanda kutip ya, ada sesuatu yang ditutup-tutupi," ungkap pria yang akrab disapa Erdi itu.

Disampaikannya, melihat dari rangkaian fakta persidangan dari keterangan saksi Pemimpin Grup Satuan Kerja Audit InternaI BJB Pusat di persidangan minggu lalu, ada yang tidak dijalankan sesuai SOP.

"Pimpinan pusat harusnya menegur. Perbuatan ini berlangsung lama, beberapa tahun. Jika ada yang ditutup-tutupi, bisa saja ini mereka kerja sama, dilakukan berjamaah," kata dosen bergelar Magister Hukum ini.

Erdi juga menilai audit yang dilakukan BJB tidak detail. Harusnya, kata dia, audit yang dipakai bukan dari audit internal BJB, melainkan yang independen seperti OJK Pusat dan juga PPATK.

"Biar jelas kemana aliran dana yang bisa ditelusuri demi tegaknya keadilan bagi si korban," terang Erdi.

Lanjut dia, dia menyoroti soal pengakuan Rahmat Abadi tentang tidak adanya CCTV di bank tersebut. Keterangan itu disampaikan mantan Pimpinan Cabang BJB Pekanbaru saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Indra Osmer Gunawan Hutauruk, mantan Manager Bisnis Consumer Bank BJB Pekanbaru di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru minggu lalu.

"CCTV tidak ada itu tidak logis. Jangankan di bank, di ATM saja ada CCTV. Ruang ATM sekecil itu ada CCTV, apalagi gedung bank sebesar itu, dan ini kejadian yang menimpa korban berulang dari tahun ke tahun. Tidak mungkin bertahun-tahun tidak ada CCTV, ini artinya ada yang ditutupi oleh pihak perbankan," sebutnya.

Lebih lanjut Erdi menyampaikan, BJB harusnya transparan dan menyampaikan secara detail. "Karena ini menyangkut kepercayaan nasabah menitipkan uang. Bagaimana dengan jaminan simpanan nasabah. Tidak mungkin tidak ada CCTV, bagaimana sistem keamanan elektroniknya," ungkap Erdi.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB

23 Aplikasi Pinjol Resmi Diamankan Polisi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:37 WIB

Temuan Mayat di Kamar Hotel, Ternyata Dibunuh Suami

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:23 WIB
X