Korupsi Bantuan Alat Rapid Test, Kadiskes Meranti Terancam 20 Tahun Penjara

- Senin, 20 September 2021 | 11:56 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditahan Polda Riau atas dugaan kasus penggelapan alat rapid tes (Istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditahan Polda Riau atas dugaan kasus penggelapan alat rapid tes (Istimewa)



HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto terancam pidana hingga 20 tahun penjara.

Hal itu seiring penyematan status tersangka yang disandangnya dalam perkara dugaan korupsi berupa penyimpangan bantuan alat rapid test Covid-19 di Kota Sagu tersebut.

"Kita lakukan penyidikan atas perbuatan yang bersangkutan, melakukan penggelapan barang-barang negara untuk kepentingan pribadi yang merugikan negara dan masyarakat," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin (20/9).

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan fakta bahwa tersangka menyelewengkan bantuan 3 ribu alat rapid test Covid-19 yang diberikan Kementerian Kesehatan RI lewat Kantor Kesehatan Pelabuhan, kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga: Operasi Patuh Lancang Kuning 2021, Kapolres Inhil : Upaya Menekan Penyebaran Covid-19 dan Disiplin Prokes

"Yang bersangkutan (tersangka) tidak mendistribusikan sebagaimana yang diharapkan dalam penanganan covid-19 ini," tuturnya.

"Tersangka mengkomersilkan 1 alat rapid test dengan menarik dana dari masyarakat Rp150 ribu rata-ratanya, mungkin ada yang lebih," kata mantan Deputi Siber pada Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditahan Polda Riau atas dugaan kasus penggelapan alat rapid tes (Istimewa)

Dipaparkan Kapolda, terungkapnya perkara ini bermula dari informasi dan data dari masyarakat, yakni terkait adanya indikasi penyimpangan. Atas laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pendalaman.

Diketahui pula bahwa alat rapid test tidak disimpan di fasilitas kesehatan yang semestinya. Bahkan ada pula rapid test yang disimpan di klinik milik yang bersangkutan.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB

23 Aplikasi Pinjol Resmi Diamankan Polisi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:37 WIB

Temuan Mayat di Kamar Hotel, Ternyata Dibunuh Suami

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:23 WIB
X