Hakim Tolak Eksepsi Oknum Pegawai BJB Pekanbaru

- Selasa, 7 September 2021 | 23:54 WIB
Suasana sidang dugaan tindak pidana perbankan di BJB Pekanbaru dengan terdakwa lainnya, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk (Dodi/HRC)
Suasana sidang dugaan tindak pidana perbankan di BJB Pekanbaru dengan terdakwa lainnya, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Upaya Tarry Dwi Cahya untuk lolos dari jeratan hukum di awal persidangan dugaan tindak pidana perbankan di Bank Jabar-Banten Cabang Pekanbaru, tidak terwujud. Hal itu diketahui setelah majelis hakim menolak eksepsi dari oknum pegawai bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten tersebut.

Hal itu terungkap pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (7/9). Adapun agenda sidang adalah putusan sela.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Dahlan mengatakan, dakwaan Jaksa Penuntut Umum sudah jelas dan memenuhi syarat formil dan materil sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Selain itu, waktu dan tempat sudah jelas, uraian dakwaan sudah jelas dan lengkap dengan unsur-unsur dakwaan.

"Waktu dan tempat sudah jelas. Karena itu eksepsi terdakwa ditolak dan dilanjutkan dengan pembuktian," ujar Hakim Ketua Dahlan dalam sidang yang digelar secara virtual, dimana Tarry mengikuti persidangan dari Rutan Mapolda Riau.

Atas putusan itu, hakim menegaskan jika persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sidang tersebut akan dimulai pada Senin (13/9) mendatang.

Proses pengambilan sumpah (Dodi/HRC)
Sebelumnya JPU mendakwa Tarry Dwi Cahya secara berlapis, yakni dakwaan primair ke satu. Yakni, terdakwa Tarry Dwi Cahya selaku pegawai bank dengan jabatan sebagai Teller di BJB Cabang Pekanbaru, pada kurun waktu antara tanggal 31 Mei 2016 hingga tanggal 5 Desember 2017, dengan sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, yang dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan yang sejenis, yang mengakibatkan kerugian bagi nasabah, Arif Budiman sebesar Rp. 5 milyar lebih.

Baca Juga: Ketua Koperasi Iyo Basamo Didakwa KDRT, Hakim Tetapkan Terdakwa Hermayalis sebagai Tahanan Kota

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 ayat (1)  huruf a Undang-undang (UU) RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dakwaan kedua terdakwa Tarry Dwi Cahya dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam UU ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank, yang dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan yang sejenis.

Hal ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 ayat (2) huruf b UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dakwaan kedua pertama, terdakwa Tarry Dwi Cahya, baik sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, yang dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan yang sejenis.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X