Soal Pelecehan Seksual Pegawai KPI, Komnas HAM Duga Ada Unsur Pembiaran oleh Kepolisian

- Kamis, 2 September 2021 | 20:06 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual dan perundungan. (Pixabay/Wokandapix)
Ilustrasi korban pelecehan seksual dan perundungan. (Pixabay/Wokandapix)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Terkait laporan yang disampaikan korban pelecehan seksual dan perundungan yang dialami pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara menduka ada pembaiaran oleh aparat kepolisian.

Sebab itu, katanya, Komnas HAM tak hanya diam dan akan menyelidiki apakah ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh KPI atau kepolisian.

Sebab kasus pelecehan seksual yang dialami oleh pegawai KPI tersebut kata dia sudah jelas ada unsur tindakan pidana.

"Karena apa, pembiaran terhadap tindakan pidana juga pelanggaran HAM," ujarnya dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Kamis (2/9/2021).

Beka membeberkan pada 2017, Komnas HAM sempat menerima aduan dari korban. Namun saat itu pihaknya malah menyarankan agar korban melapor ke pihak kepolisian karena sudah ada unsur tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

"Kemudian apa proses yang sudah dilakukan pasca dari Komnas HAM, misalnya lapor ke polisi, bagaimana tanggapan kepolisian dan kemudian ke KPI tanggapan dari pimpinan KPI seperti apa. Itu yang akan diperjelas," tuturnya.

Sebelumnya, korban menceritakan pengalamannya saat menerima perundungan secara verbal dan fisik oleh keenam rekan sejawatnya di KPI Pusat.

Sepanjang 2012-2014, korban mengaku mendapatkan tindakan perpeloncoan. Ketujuh pelaku bersama-sama mengintimidasi dan membuat dia tidak berdaya.

"Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama-sama merendahkan dan menindas saya laiknya budak pesuruh," tuturnya.

Kata dia, perundungan tidak berhenti di dua tahun itu, pada Tahun 2015, para pelaku beramai-ramai memegangi kepala, tangan, dan kakinya. Mereka menelanjangi korban dan melakukan pelecehan seksual dengan mencoret buah zakarnya dengan menggunakan spidol.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Bocah-Bocah Begal di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:16 WIB

Anak Anggota Dewan Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:40 WIB
X