Buka Rakernis Bidang Pidum, Ini Pesan Jaksa Agung Burhanuddin untuk Bawahannya

- Rabu, 1 September 2021 | 21:00 WIB
Jaksa Agung Burhanuddin membuka Rakernis Bidang Pidum tahun 2021
Jaksa Agung Burhanuddin membuka Rakernis Bidang Pidum tahun 2021

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Jaksa Agung RI Burhanuddin kembali mengingatkan jajarannya untuk memberikan perlindungan dan menghadirkan kemanfaatan hukum kepada masyarakat. Salah satunya melalui penerapan restorative justice atau keadilan restorasi.

Sejak diberlakukan keadilan restoratif pada 22 Juli 2020, Kejaksaan Agung berhasil menghentikan sedikitnya 268 perkara berdasarkan keadilan restoratif. Adapun perlara yang paling banyak diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif adalah tindak pidana penganiayaan, pencurian, dan lalu lintas.

"Ingat, tugas kita sebagai penegak hukum adalah untuk memberikan perlindungan hukum dan menghadirkan kemanfaatan hukum kepada masyarakat," ujar Jaksa Agung, saat membuka Rapat Kerja Teknis Bidang Tindak Pidana Umum Tahun 2021. Kegiatan itu dilaksanakan secara virtual di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (1/9).

Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif merupakan suatu bentuk diskresi penuntutan oleh penuntut umum. Diskresi penuntutan akan melihat dan menyeimbangkan antara aturan yang berlaku dengan tujuan hukum yang hendak dicapai.

Burhanuddin meminta kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) agar laporan penanganan perkara keadilan restoratif ini dilakukan secara berkala setiap bulan dan disampaikan kepada masyarakat atas capaian kinerjanya.

"Saya ingin Kejaksaan dikenal melekat di mata masyarakat sebagai institusi yang mengedepankan hati nurani dan penegak keadilan restoratif. Kejaksaan harus mampu menegakan hukum yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat," lanjut mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) itu.

Dia juga tak bosan-bosannya menyampaikan agar bahasanya bekerja dengan mengedepankan hati nurani. "Karena saya tidak membutuhkan Jaksa yang pintar tetapi tidak bermoral dan saya juga tidak butuh Jaksa yang cerdas tetapi tidak berintegritas. Yang saya butuhkan adalah para Jaksa yang pintar dan berintegritas," kata Jaksa Agung.

"Saya tidak menghendaki para Jaksa melakukan penuntutan asal-asalan, tanpa melihat rasa keadilan di masyarakat. Ingat, rasa keadilan tidak ada dalam text book, tetapi ada dalam Hati Nurani," sambungnya mengingatkan.

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB

23 Aplikasi Pinjol Resmi Diamankan Polisi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:37 WIB

Temuan Mayat di Kamar Hotel, Ternyata Dibunuh Suami

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:23 WIB
X