China 'Memanas', Pendemo Tuntut Xi Jinping Mundur

- Senin, 28 November 2022 | 14:06 WIB
Lewati ke konten utama Bantuan aksesibilitas Masukan aksesibilitas Google Penelusuran kamera Semua Buku Berita Video Gambar Lainnya Alat      SafeSearch aktif  Sekitar 185.000.000 hasil (0,41 detik)  Inggris Indonesia  Petugas polisi China memblokir akses ke lokasi tempat para pengunjuk rasa berkump (AP)
Lewati ke konten utama Bantuan aksesibilitas Masukan aksesibilitas Google Penelusuran kamera Semua Buku Berita Video Gambar Lainnya Alat SafeSearch aktif Sekitar 185.000.000 hasil (0,41 detik)  Inggris Indonesia Petugas polisi China memblokir akses ke lokasi tempat para pengunjuk rasa berkump (AP)

HALUANRIAU.CO, CHINA - Negeri tirai bambu, China semakin memanas setelah pecahnya Demonstrasi yang menuntut Presiden Xi Jinping mundur dari kursinya.

Demonstrasi yang berawal dari aksi protes warga atas kematian 10 orang akibat kebakaran yang terjadi di Kota Urumqi, Xinjiang, Kamis (24/11/2022). Para warga mengaggap jatuh korban terjadi akibat kebijakan lockdown Covid-19 terlalu ketat yang menyebabkan para petugas terlambat menangani hal tersebut. Dalam aksi besar-besaran tersebut, para demonstrasi meneriakan slogan-slogan yang menuntut Xi mundur dari jabatannya.

Dikutip dari cnn, diketahui demonstrasi seperti ini sangat langka terjadi di China bukan hanya terjadi di berbagai kota, tapi aksi tersebut juga menuntut langsung sang penguasa untuk turun dari jabatannya.

Dalam video-video viral tersebut, terlihat para warga menumpahkan amarahnya dengan meneriakan kata "Cabut Lockdown!".

Demonstrasi juga merembet ke pusat kota Shanghai. Tak peduli dengan tekanan para aparat, hingga malam hari warga tetap meneriakan slogan "Xi Jinping mundur! Partai Komunis China mundur!".

Sempat bubar di malam hari, para warga melanjutkan aksi mereka pada Minggu pagi. Di hari itu pula, unjuk rasa lainnya pecah di berbagai kota di China, termasuk ibu kota Beijing.

Ratusan warga berdemo di pinggir-pinggir sungai Beijing dan meneriakan "Kami semua orang Xinjiang! Pergilah orang China!"

Para mahasiwa yang ikut berdemo juga berteriak "Demokrasi dan supremasi hukum. Kebebasan berekspresi."

Para demonstran juga mengacungkan kertas putih, melambangkan sistem sensor yang terlampau ketat di China.

Mobil-mobil yang melintas membunyikan klakson, tanda dukungan bagi para demonstran.

Pada, Senin (28/11/2022) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat, militer mulai diterjunkan untuk membantu aparat mengamankan demonstrasi.

Pengunjuk rasa akhirnya sepakat meninggalkan lokasi setelah para petugas berjanji tuntutan mereka didengarkan.

Baca Juga: Penetapan Tersangka Dugaan Penyimpangan di Bank Riau Kepri Syariah Tunggu Hasil Audit BPKP

 

 

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden China Xi Jinping Ketar-ketir Jelang Imlek

Jumat, 20 Januari 2023 | 14:09 WIB

Mantan PM Malaysia, Najib Razak Ajukan Banding

Rabu, 28 Desember 2022 | 16:38 WIB
X