Topan Nanmadol Landa Jepang, 2,9 Juta Warga Dievakuasi

- Minggu, 18 September 2022 | 15:59 WIB
Topan Nanmadol melanda negara Jepang, 2 Juta warga Dievakuasi (egindo)
Topan Nanmadol melanda negara Jepang, 2 Juta warga Dievakuasi (egindo)

HALUANRIAU.CO, JEPANG - Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan penjabat di wilayah Kagoshima telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada 2,9 juta masyarakat yang berada di Kyushu, Minggu (18/9/2022) pagi.

Dikutip dari CNA, peringatan evakuasi tersebut dikeluarkan sebagai imbas dari Topan Nanmadol yang masuk kedalam katagori 'brutal' dimana angin berhembus hingga 270 km dan berputar sekitar 200 km di utara-timur laut pulau Minami Daito, bagian dari pulau-pulau terpencil di Okinawa.

Dikutip dari NHK, Minggu (18/9/2022) Shinkansen di daerah Kagoshima resmi dihentikan sementara bersamaan dengan kereta regional serta sebanyak 510 penerbangan juga telah dibatalkan.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan “peringatan khusus” yang langka untuk wilayah Kagoshima di prefektur Kyushu selatan – peringatan yang dikeluarkan hanya ketika meramalkan kondisi yang terlihat sekali dalam beberapa dekade.

Kepala Unit Prakiraan JMA, Ryuta Kurora mengatakan bahwa topan tersebut sangat berbahaya dan angin kencang bisa merobohkan beberapa rumah.

“Ini topan yang sangat berbahaya.”

Baca Juga: Pekan Kemarin, Kejari Pekanbaru Pindahkan 51 Tahanan

“Angin akan sangat kencang sehingga beberapa rumah bisa roboh,” kata Kurora kepada wartawan, juga memperingatkan akan banjir dan tanah longsor.

Peringatan evakuasi tersebut bersifat tidak wajib untuk masyarakat selama masyarakat yakin untuk cepat berlindung. Namun demikian, Kurora mendesak orang-orang untuk mengungsi sebelum badai terburuk tiba serta ia memberikan peringatan untuk berhati-hati di gedung-gedung tinggi.

“Tolong pindah ke gedung-gedung kokoh sebelum angin kencang mulai bertiup dan menjauhlah dari jendela bahkan di dalam gedung-gedung kokoh,” katanya pada konferensi pers.

“Bagian selatan wilayah Kyushu mungkin melihat jenis angin kencang, gelombang tinggi, dan gelombang pasang yang belum pernah dialami sebelumnya,” kata JMA pada Minggu, mendesak warga untuk “berhati-hati setinggi mungkin.”

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: CNN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesawat Tabrak Kabel Sutet, Washington Padam

Senin, 28 November 2022 | 16:21 WIB

PM Malaysia Tolak Pake Mobil Dinas

Senin, 28 November 2022 | 14:36 WIB

China 'Memanas', Pendemo Tuntut Xi Jinping Mundur

Senin, 28 November 2022 | 14:06 WIB

Anwar Ibrahim: Saya Memilih Untuk Tidak Menerima Gaji

Jumat, 25 November 2022 | 13:04 WIB

Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon

Selasa, 22 November 2022 | 15:54 WIB

Geram ke PBB, Korut: Boneka AS!

Senin, 21 November 2022 | 16:53 WIB

Muhyiddin Pede Kembali Bakal Jadi PM Malaysia

Senin, 21 November 2022 | 16:34 WIB

Donald Trump Resmi Maju Pilpres AS 2024

Rabu, 16 November 2022 | 12:50 WIB
X