Arab Saudi Disebut Jadi ‘Surga Narkoba’ di Timur Tengah, Ini Alasannya

- Senin, 12 September 2022 | 16:33 WIB
Ilustrasi. Bendera Arab Saudi.  (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AFP)
Ilustrasi. Bendera Arab Saudi. (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AFP)

HALUANRIAU.CO, ARAB SAUDI - Saat ini Arab Saudi disebut sebagai ‘Surga Narkoba’ di wilayah Timur Tengah setelah pihak Kepolisian Saudi mengamankan hampir 47 juta pil narkoba jenis amfetamin pada akhir Agustus lalu. Jutaan pil ini ditemukan di sebuah gudang paket pengiriman tepung di Riyadh.

Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika menyatakan operasi ini sebagai penyelundupan tunggal terbesar di Saudi membuat Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kriminal (UNODC) juga ikut buka suara.

"Laporan penyitaan amfetamin dari negara-negara Timur Tengah terus merujuk pada tablet bertuliskan logo Captagon," dikutip dari CNN demikian pernyataan UNODC.

Pengamat Brookings Institution di Washington DC, Vanda Felbab-Brown, menyatakan bahwa Captagon telah beredar sejak 15 tahun lalu di Arab Saudi. Ia juga menyatakan pemakaian obat tersebut semakin intensif dalam jangka waktu lima tahun terkahir.

"Mungkin jadi setara dengan ganja. Hal ini karena ada banjir pasokan yang kini sebagian besar datang dari Suriah," jelasnya.

Baca Juga: Sekda Rohil Launching Aplikasi Sialang

Obat-obatan ini diketahui di produksi dalam skala industri di Suriah dan kini telah menjadi tujuan utama penyelundupan narkoba dari Suriah dan Lebanon yang menyebabkan Negeri Kilang Minyak tersebut sebagai salah satu wilayah terbesar dan paling menguntungkan untuk peredaran narkoba.

Berdasarkan jurnal International Addiction Review, Captagon dihargai mulai US$10 hingga US$25 dolar atau sekitar Rp148 ribu hingga Rp371 ribu per butir di Saudi.

Ada banyak orang yang mencari obat jenis amfetamin ini dikarenakan dianggap dapat menjadi pelarian bagi warga yang stress di tengah kelaparan dan krisis pangan.

Menurut sejumlah penelitian, amfetamin memang populer dikalangan kaum muda Arab Saudi sehingga tidak sedkit dari mereka yang mengkonsumsinya untuk menghilangkan rasa bosan dikarenakan menganggur dan kekurangan hiburan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesawat Tabrak Kabel Sutet, Washington Padam

Senin, 28 November 2022 | 16:21 WIB

PM Malaysia Tolak Pake Mobil Dinas

Senin, 28 November 2022 | 14:36 WIB

China 'Memanas', Pendemo Tuntut Xi Jinping Mundur

Senin, 28 November 2022 | 14:06 WIB

Anwar Ibrahim: Saya Memilih Untuk Tidak Menerima Gaji

Jumat, 25 November 2022 | 13:04 WIB

Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon

Selasa, 22 November 2022 | 15:54 WIB

Geram ke PBB, Korut: Boneka AS!

Senin, 21 November 2022 | 16:53 WIB

Muhyiddin Pede Kembali Bakal Jadi PM Malaysia

Senin, 21 November 2022 | 16:34 WIB

Donald Trump Resmi Maju Pilpres AS 2024

Rabu, 16 November 2022 | 12:50 WIB
X