Presiden UMNO: Ini Tuduhan Bermotif Politik

- Senin, 29 Agustus 2022 | 20:59 WIB
Ahmad Zahid Hamidi
Ahmad Zahid Hamidi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ahmad Zahid Hamidi mengklaim pada Senin (29/8/2022) bahwa tuduhan korupsi terhadap politisi Barisan Nasional (BN) setelah Pemilu ke-14 bermotif politik.

Pada pemeriksaan ulang di Pengadilan Tinggi, para politisi BN dituduh melakukan 47 pelanggaran pidana penyucian uang, penyuapan dan lainnya dengan kerugian ditaksir mencapai 52,2 juta Ringgit.

Dikutip dari CNA, Ahmad Zahid mengatakan kepada pengadilan bahwa pengaduan dirinya ke Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) dilakukan dengan cepat setelah Barisan Nasional (BN) gagal mendapatkan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan setelah pemilu ke-14 ke-14 pada Mei 2018.

Dia mengatakan bahwa setelah pergantian pemerintahan ketika Pakatan Harapan (PH) mengambil alih, para pemimpin dari koalisi BN didakwa sementara politisi PH dibebaskan dari kasus pidana.

“Jika ini bukan tuduhan bermotif politik, saya tidak tahu istilah apa lagi yang bisa digunakan. Tuduhan terhadap terdakwa ditarik oleh jaksa agung pada saat itu, sementara individu dari pihak yang kalah diseret ke pengadilan dan didakwa,” kata Ahmad Zahid seperti dikutip dari CNA.

Baca Juga: Partai Neraka Liga Champions 2022, Akankah Aib 2-8 Terulang?

Ahmad Zahid mengatakan, 15 politisi PH telah mencabut kasus mereka, termasuk mantan Sekjen Partai Aksi Demokrat, Lim Guan Eng; anggota Parlemen Partai Keadilan Rakyat saat ini Sivarasa K Rasiah dan Hassan Karim serta mantan anggota parlemen Rafizi Ramli.

Dia mengatakan bahwa politisi BN yang didakwa, terpisah dari dirinya sendiri, termasuk mantan perdana menteri Najib Razak, sekretaris jenderal UMNO Ahmad Maslan, bendahara UMNO Tengku Adnan Tengku Mansor dan sekitar 18 lainnya.

Dikutip dari Malay Mail, ada 81 Pemimpin Divisi UMNO yang didakwa di Pengadilan karena diduga mendapatkan dana dari sebuah organisasi di bawah pemerintahan mantan perdana menteri.

Ahmad Zahid mengatakan bahwa berdasarkan contoh-contoh tersebut, ada persepsi publik yang menganggap dakwaan ini sebagai “penuntutan politik atau selektif”.

Ahmad Zahid mengatakan bahwa berdasarkan contoh-contoh tersebut, ada persepsi publik yang menganggap dakwaan ini sebagai “penuntutan politik atau selektif”.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: CNA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesawat Tabrak Kabel Sutet, Washington Padam

Senin, 28 November 2022 | 16:21 WIB

PM Malaysia Tolak Pake Mobil Dinas

Senin, 28 November 2022 | 14:36 WIB

China 'Memanas', Pendemo Tuntut Xi Jinping Mundur

Senin, 28 November 2022 | 14:06 WIB

Anwar Ibrahim: Saya Memilih Untuk Tidak Menerima Gaji

Jumat, 25 November 2022 | 13:04 WIB

Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon

Selasa, 22 November 2022 | 15:54 WIB

Geram ke PBB, Korut: Boneka AS!

Senin, 21 November 2022 | 16:53 WIB

Muhyiddin Pede Kembali Bakal Jadi PM Malaysia

Senin, 21 November 2022 | 16:34 WIB

Donald Trump Resmi Maju Pilpres AS 2024

Rabu, 16 November 2022 | 12:50 WIB
X