Pengadilan Junta Militer Myanmar Jatuhkan Aung San Suu Kyi 6 Tahun Penjara

- Senin, 15 Agustus 2022 | 19:24 WIB
Aung San Suu Kyi (RadioFreeAsia)
Aung San Suu Kyi (RadioFreeAsia)

HALUANRIAU.CO, YANGON - Pengadilan junta Myanmar menjatuhkan mantan pemimpin sipil terguling, Aung San Suu Kyi dengan hukuman 6 tahun penjara.

Dikutip dari France24, hukuman tersebut dijatuhkan kepada perempuan berusia 77 tahun tersebut pada, Senin (15/8/2022) dituduh karena melakukan korupsi.

Suu Kyi telah ditahan oleh pemimpin junta Myanmar sejak para jendral militer negara tersebut melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahan pada 1 Februari tahun lalu serta mengakibatkan berakhirnya secara singkat demokrasi di negara ASEAN tersebut.

Sejak digulingkan, Suu Kyi selalu menerima serangkaian tuduhan termasuk melanggar undang-undang korupsi dan penipuan dalam pemilu

Dirinya juga telah menghadapi beberapa dekade kelam dalam penjara atas semua tuduhan tersebut.

Kini, Suu Kyi dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas 4 kasus tuduhan korupsi dimana sebelumnya pemenang nobel tersebut telah dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena korupsi, hasutan terhadap militer, melanggar aturan Covid-19 dan melanggar undang-undang telekomunikasi.

Baca Juga: Suskes Atas Swasembada Beras, IRRI Beri Jokowi Penghargaan

Media setempat bahkan internasional sendiri dilarang untuk menghadiri sidang dan pengacara perempuan 77 tahun tersebut dilarang untuk berbicara kepada media.

Suu Kyi telah menjadi wajah harapan demokrasi Myanmar selama lebih dari 30 tahun, tetapi hukuman enam tahun sebelumnya berarti dia kemungkinan akan melewatkan pemilihan yang menurut junta akan diadakan tahun depan.

Pada bulan Juni, dia dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara di ibu kota Naypyidaw, di mana persidangannya berlanjut di gedung pengadilan di dalam kompleks penjara.

Dia tetap dipenjara di ibukota, dengan hubungannya dengan dunia luar terbatas pada pertemuan pra-persidangan singkat dengan pengacara.

Banyak sekutu politiknya juga telah ditangkap sejak kudeta, dengan satu menteri utama dijatuhi hukuman 75 tahun penjara.

Bulan lalu, junta memicu kecaman internasional baru ketika mengeksekusi Phyo Zeya Thaw, mantan anggota parlemen dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) karena pelanggaran di bawah undang-undang anti-terorisme.

Suu Kyi mengetahui eksekusi tersebut pada sidang pra-persidangan, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, tetapi belum berbicara tentang masalah tersebut.

Baca Juga: DPO Kasus Korupsi Rp78 T Surya Darmadi Tiba di Indonesia Gunakan China Airlines

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Topan Nanmadol Landa Jepang, 2,9 Juta Warga Dievakuasi

Minggu, 18 September 2022 | 15:59 WIB

150 Ekor Kucing di China Gagal 'Disantap'

Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:11 WIB

Presiden UMNO: Ini Tuduhan Bermotif Politik

Senin, 29 Agustus 2022 | 20:59 WIB

Banjir Pakistan Tewaskan Hampir 1000 Orang

Minggu, 28 Agustus 2022 | 19:30 WIB

IMF Kunjungi Sri Lanka, Bahas Paket Bailout

Kamis, 25 Agustus 2022 | 21:02 WIB

Mantan Imam Masjidil Haram Divonis 10 Tahun Bui

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:12 WIB

Prancis Tolak Klaim Mali Persenjatai Pejuang Islam

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:05 WIB

Jerman Tolak Paspor Baru Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:37 WIB
X