Jepang Hingga Kanada Keluarkan Peringatan Tsunami, 230.000 Warga Diminta Mengungsi Hingga 10 Perahu Terbalik

- Minggu, 16 Januari 2022 | 17:15 WIB
Ilustrasi tsunami (galamedia)
Ilustrasi tsunami (galamedia)

Dalam peringatan Badan Meteorologi Jepang dijelaskan bahwa gelombang setinggi tiga meter diperkirakan terjadi di pulau Amami di selatan. Gelombang lebih dari satu meter tercatat di sana sebelumnya.

Orang orang diminta oleh pejabat Badan Meteorologi Jepang untuk tidak mendekati pantai terlebih dahulu hingga peringatan Tsunami tidak lagi berlakukan nantinya. Namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atas peristiwa tersebut.

Pejabat tersebut mengatakan perubahan permukaan laut yang diamati tidak mengikuti pola umum tsunami setelah gempa bumi. "Kami belum tahu apakah (gelombang) ini benar-benar tsunami," katanya dalam pengarahan, dikutip republika.co.id dari NHK.

Baca Juga: Pelaku Begal Berusia 15 Tahun Tebas Tangan Korban Hingga Putus

Pemantau tsunami yang berbasis di Amerika Serikat (AS), gelombang tsunami diamati di ibu kota Tonga dan ibu kota Samoa Amerika. Kondisi itu terjadi letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai pada pukul 04.10 waktu setempat.

Layanan Geologi Tonga dalam sebuah posting Facebook, gunung berapi itu melontarkan abu, uap, dan gas hingga 20 km ke udara pada Jumat (14/1/2022) dengan radius 260 km.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik melaporkan gelombang tsunami setinggi 83 cm terekam oleh alat pengukur di ibu kota Tonga, Nuku'alofa dan gelombang setinggi dua kaki terlihat di Pago Pago, ibu kota Samoa Amerika.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu menyatakan peringatan tsunami juga berlaku untuk pantai Pasifik AS dan Kanada. Layanan Cuaca Nasional mengatakan gelombang tsunami di sepanjang pantai Oregon dan selatan Washington diperkirakan akan segera terjadi. Gelombang tinggi dilaporkan terjadi di Alaska dan Hawaii sebelumnya. Di San Francisco Bay Area di California utara, sebagian kecil kota Berkeley dan Albany di dekat teluk diperintahkan untuk mengungsi.

Biro Meteorologi Australia, gunung berapi yang terletak sekitar 65 km utara Nuku'alofa, menyebabkan gelombang tsunami 1,2 meter. Mereka terus memantau situasi tetapi tidak ada ancaman tsunami yang dikeluarkan ke daratan, pulau, atau wilayah Australia.

Baca Juga: Sejumlah Sekolah di Kabupaten Kuansing Kembali Menjual LKS

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangkrut! Sri Langka Minta Dana Segar IMF

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:48 WIB

Presiden AS, Joe Biden Jatuh dari Sepeda

Minggu, 19 Juni 2022 | 19:31 WIB

PBB Resmi Akui Türkiye Sebagai Nama baru Turki

Jumat, 3 Juni 2022 | 12:13 WIB
X