Kazakhstan Tahan 8.000 Orang Akibat Kerusuhan di Penjuru Negeri

- Senin, 10 Januari 2022 | 21:24 WIB
Kassym-Jomart Tokayev beri indikasi kerusuhan di Kazakhstan didukung gembong teroris internasional./twitter.com/tokayevkz
Kassym-Jomart Tokayev beri indikasi kerusuhan di Kazakhstan didukung gembong teroris internasional./twitter.com/tokayevkz

  HALUANRIAU.CO, DUNIA - Kerusuhan akibat kenaikan bahan bakar di Kazakhstan semakin tidak terelakkan.

Terbaru menurut data Kementerian Dalam Negeri tersebut pada Senin (10/1), melaporkan bahwa hampir 8.000 orang telah di tahan yang berasal dari seluruh penjuru negeri.

Dari yang ditahan tersebut, terdapat beberapa warga asing yang ditangkap.

Pada 2 januari 2022 yang lalu, gelombang protes kenaikan harga BBM bermunculan dan menyebar ke negara Asia Tengah termasuk kota terbesar Kazakhstan, Almaty.

Baca Juga: Jepang Bantu Indonesia Untuk Kurangi Gas Karbondioksida di Pembangkit Listrik

Atas dasar kerusuhan yang tidak terkontrol tersebut, membuat Presiden KazakhstanKassym Jomart Tokayev menyebut aksi protes tersebut sebagai tindakan terorisme.

Collective Security Treaty Organization (CSTO) atau Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif yang dipimpin oleh Rusia dilaporkan kini telah berhasil menguasai bandara, fasilitas militer dan tempat penting lainya.

CSTO tersebut berdasarkan pernyataan dari Presiden Tokayev akan digunakan oleh pemerintah untuk melanjutkan kegiatan yang disebut dengan pemulihan ketertiban.

Baca Juga: Link Live Streaming FA Cup 2021-2022, Manchester United vs Aston Villa: Apakah Skuat MU Kembali Bisa Harmonis?

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: NHK

Tags

Terkini

Hacker Anonymous Serbu Website Penting Rusia

Selasa, 1 Maret 2022 | 12:23 WIB
X