Korut Krisis, Kim Jong-un Minta Warga Kurangi Makan hingga Konsumsi Angsa Hitam

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un

HALUANRIAU.CO, DUNIA - Akibat krisis pangan, pemerintah Korut meminta warganya mengurangi makan hingga menjadikan angsa hitam sebagai pengganti bahan pangan.

Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un dikabarkan meminta pemerintah dan masyarakat Korut membiakkan angsa hitam hias untuk bahan pangan sebagai inovasi supaya bisa bertahan di tengah krisis ekonomi dan pangan.

Media pemerintah Korut bahkan tengah mempromosikan konsumsi daging angsa hitam kepada warganya.

"Daging angsa hitam enak dan memiliki manfaat dalam pengobatan," bunyi laporan surat kabar partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, Senin (25/10) dikutip dari CNN Indonesia.

Pemerintah Korut dikabarkan pernah melakukan riset untuk menggunakan burung hias sebagai bahan pangan pada 2019. Otoritas negara itu juga mengimbau sekolah, perusahaan, dan industri untuk menanam makanan dan membudidayakan ikan untuk mencukupi kebutuhan pangan diri sendiri.

"Solusi ini ditawarkan untuk memecahkan masalah kegagalan panen skala besar dalam memberikan stok pangan bagi seluruh negara dan penerapan pembatasan akibat Covid-19 yang membatasi impor makanan dan barang lainnya sejak awal 2020," kata Colin Zwirko dalam NK News seperti dikutip dari Reuters.Baca Juga: Dikritik Berbagai Pihak Soal Banjir, Wali Kota Firdaus: Kita Masih Fokus Penanganan Covid-19

Tak hanya menyuruh makan angsa, pemerintah Korut juga menyuruh warganya untuk mengurangi makan.

Seorang warga bercerita kepada Radio Free Asia bahwa dua pekan lalu, pemerintah Korut berkunjung ke rumah-rumah warga untuk memberi tahu bahwa krisis pangan kemungkinan masih akan melanda hingga 2025.

"Situasi pangan sekarang saja sudah gawat dan warga menderita. Ketika pemerintah meminta warga untuk berhemat dan mengonsumsi makanan lebih sedikit hingga 2025, mereka tak bisa berbuat apa pun. Hanya dapat sedih," ujar warga yang enggan diungkap identitasnya itu.

Beberapa pakar internasional menyampaikan bahwa krisis pangan ini terjadi akibat masa panen di negara itu yang telah usai.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangkrut! Sri Langka Minta Dana Segar IMF

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:48 WIB

Presiden AS, Joe Biden Jatuh dari Sepeda

Minggu, 19 Juni 2022 | 19:31 WIB

PBB Resmi Akui Türkiye Sebagai Nama baru Turki

Jumat, 3 Juni 2022 | 12:13 WIB
X