Akibat Kontrol Ketat dari Pemerintah Tirai Bambu, LinkedIn akan Tutup Perusahaanya Akhir Tahun Ini

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:53 WIB
Ilustrasi LinkedIn (Greg Bulla)
Ilustrasi LinkedIn (Greg Bulla)

HALUANRIAU.CO, DUNIA - Anak Perusahaan Microsoft, LinkedIn akan menutup jejaring sosialnya tahun ini di China.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh LinkedIn pada blog resmi mereka kamis (14/10) waktu setempat.

Langkah LinkedIn tersebut dibuat akibat dari meningkatnya kontrol Pemerintah China atas informasi yang berdedar di masyarakat.

LinkedIn mengatakan untuk menghadapi persaingan informasi di lingkungan  tersebut, jauh lebih menantang dengan persyaratan kepatuhan yang sangat rumit diminta oleh pemerintahan Xi Jinping.

Baca Juga: Pungli SKGR di Perawang Barat, Pakar Hukum Pidana Unri Erdianto Effendi: Jangan Ada Diskriminasi

Diketahui, LinkedIn telah beroperasi di China sejak 2014, dan telah memiliki sebanyak 50 juta pengguna di negara komunis tersebut.

Walaupun LinkedIn akan ditutup akhir tahun ini, pihak perusahaan tersebut akan tetap ada untuk mendukung pencharian dan penawaran pekerjaan dengan menerapkan layanan baru dengan tidak lagi menyertakan platform social media.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen mereka untuk menciptakan peluang ekonomi yang merata bagi setiap anggota tenaga kerja secara global.

Baca Juga: Subway Kembali Buka Gerai di Indonesia, Netizen Ingatkan Tetap Jaga Prokes

Dikutip dari NHK World, langkah besar yang di ambil oleh LinkedIn tersebut menjadi perjalanan terakhir social media besar asal amerika yang beroperasi di negara tirai bambu tersebut.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X