Pengguna Facebook Dibuat Mencekam, Lembaga Rusia Laporkan 1,5 Miliar Data Bocor

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:47 WIB
Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Firmbee)
Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Firmbee)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Lagi-lagi, pengguna Facebook mendapatkan kabar mencekam karena data 1,5 miliar pengguna dikabarkan kembali bocor pada Oktober 2021.

Sebuah lembaga privasi asal Rusia, Russian Privacy Affairs baru-baru ini melaporkan bocornya data tersebut.

Mereka melaporkan, data-data yang bocor tersebut kemudian dijual kembali secara online dengan harga yang cukup tinggi.

Dikutip dari Pikiran Rakyat pada Kamis (7/10/2021), laporan dari Rusia tersebut menyebutkan data yang bocor dipakai untuk berbagai kegunaan.

Data-data tersebut dilelang pada forum hacker yang biasa digunakan untuk kegiatan jual beli data pada saat Facebook mengalami gangguan pada Selasa (5/10/2021) kemarin.

Baca Juga: Kejar Revolusi Industri 4.0, Muhammadiyah Besut Universitas Siber, Apa Itu?

Adapun data-data yang bocor merupakan data cukup penting seperti nama pengguna alamat e-mail, dan juga nomor telepon.

Belum bisa dipastikan apakah laporan ini akurat atau tidak tetapi yang jelas data-data ini kemudian dijual secara online.

Ada seorang pembeli yang mengaku ingin membeli data-data tersebut dengan dana sejumlah 5.000 dolar AS (setara dengan Rp71 juta) kepada pihak yang menjual data tersebut.

Tetapi si penjual ini kemudian menyatakan kalau pihak yang menjual data tersebut adalah penipu.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rudal Korea Utara Terbang Melintasi Jepang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:09 WIB

Nekat Merokok di Singapura, Jutaan Rupiah Bisa Melayang

Kamis, 29 September 2022 | 19:50 WIB

Taiwan akan Akhiri Karantina Covid-19

Kamis, 29 September 2022 | 19:30 WIB

Topan Noru Menuju Vietnam, Warga Dievakuasi

Selasa, 27 September 2022 | 17:56 WIB

Topan Nanmadol Landa Jepang, 2,9 Juta Warga Dievakuasi

Minggu, 18 September 2022 | 15:59 WIB

150 Ekor Kucing di China Gagal 'Disantap'

Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:11 WIB

Presiden UMNO: Ini Tuduhan Bermotif Politik

Senin, 29 Agustus 2022 | 20:59 WIB

Banjir Pakistan Tewaskan Hampir 1000 Orang

Minggu, 28 Agustus 2022 | 19:30 WIB

IMF Kunjungi Sri Lanka, Bahas Paket Bailout

Kamis, 25 Agustus 2022 | 21:02 WIB

Mantan Imam Masjidil Haram Divonis 10 Tahun Bui

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:12 WIB
X