Kartunis Penghina Nabi Muhammad Tewas di Tabrak Truk

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Suasana di lokasi kecelakaan kartunis Lars Vilks di Swedia selatan, dua Polisi ikut tewas dalam insiden tersebut (EPA).
Suasana di lokasi kecelakaan kartunis Lars Vilks di Swedia selatan, dua Polisi ikut tewas dalam insiden tersebut (EPA).

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Nasib tragis Lark Vilks, kartunis asal Swedia yang melakukan penhinaan terhadap Nabi Muhammad dengan membuat sketsa Nabi Muhammad, dikabarkan tewas menggenaskan ditabrak truk.

Sejak Lark Vilks membuat sketsa Nabi Muhammad tersebut, hidup nya menjadi terancam dan takut akan dibunuh. Lark Viks kemudian dikawal oleh Polisi demi keselamatannya.

Karya kartun Vilks itu telah menyebabkan kemarahan dan membuat Perdana Menteri (PM) Swedia Fredrik Reinfeldt bertemu para duta besar dari 22 negara Muslim guna meredakan situasi.

Seperti dikutip dari BBC, kendaraan yang ditumpangi pria 75 tahun tersebut bertabrakan degan truk di dekat kota Markaryd di wilayah selatan Swedia, meskipun posisi dalam pengawalan Polisi sipil.

Bahkan para pengawal Vilks juga tewas akibat kecelakaan tersebut Sementara sopir truk dilarikan ke rumah sakit.

Kartun yang diterbitkan pada 2007 telah menyinggung banyak umat Muslim yang menganggap representasi visual Nabi Muhammad itu sebagai penghujatan.

Ancaman pembunuhan itu terjadi setahun setelah sebuah surat kabar Denmark menerbitkan kartun Nabi.

Polisi setempat belum mengungkapkan identitas mereka yang tewas dalam insiden hari Minggu (3/10/2021) tersebut, tetapi rekanan Vilks mengkonfirmasi kematiannya kepada surat kabar Dagens Nyheter.

Menurut polisi, mobil polisi dan truk bertabrakan dan kemudian terbakar. Penyebab kecelakaan masih diselidiki.

"Kami masih melakukan penyelidikan, seperti halnya dalam kecelakaan lalu lintas lainnya. Tetapi karena ada dua anggota polisi yang terlibat, investigasinya kami serahkan ke bagian khusus di kantor kejaksaan," kata seorang juru bicara polisi kepada kantor berita AFP.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: BBC

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jerman Tolak Paspor Baru Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:37 WIB

China: Tidak Ada Ruang Untuk 'Separatis' Taiwan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:51 WIB

BBM Suriah Naik Dua Kali Lipat, Ekonomi Terpukul

Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:16 WIB

Supertanker Minyak Disambar Petir, Kuba Minta Bantuan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:52 WIB

WHO Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan Global

Minggu, 24 Juli 2022 | 22:16 WIB

China Pecat Pejabat Karena Kecanduan Video Game

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:09 WIB
X