Karena Bising, Menteri Transportasi India Membuat Aturan Menggantikan Klakson Biasa dengan Klakson Seruling

- Selasa, 7 September 2021 | 20:54 WIB
Penumpukan Bajaj Di India (Atharva Tulsi)
Penumpukan Bajaj Di India (Atharva Tulsi)

HALUANRIAU.CO, INTERNASIONAL - Tentu kamu pernah melihat atau merasakan jenuhnya dan bisingnya bunyi klakson saat terjadinya kemacetan.

Hal tersebut sering terjadi pada jam-jam pergi kerja, pulang kerja ataupun di jam-jam sibuk lainnya.

Kejenuhan tersebut tidak berbeda jauh dari yang kamu saksikan ketika kamu menonton film-film bollywood.

Dikenyataannya, hal tersebut benar-benar terjadi di negara India dan membuat pemerintah india mencari cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.

(Maulik Sahah)

Dikutip dari Kumparan.com yang melansir berita dari Gulte, Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari, tengah mengkaji aturan untuk bagaimana mengatasi permasalahan polusi udara yang di sebabkan olek klakson kendaraan yang terdengar bising menjadi lebih merdu.

Ia menyebutkan bahwa setiap pagi saat ia melakukan latihan yoga untuk pernapasan, ia tidak bisa berkonsentrasi dengan benar. Penyebabnya adalah bunyi klakson kendaraan.

Baca Juga: Level PPKM di Pekanbaru Turun, Pelayanan Disdukcapil Masih Mengutamakan Sistem Online

"Kami sudah mulai memikirkannya bahwa suara klakson mobil seharusnya dari salah satu alat musik India dan kami sedang menggodoknya. Suara instrumen seperti tabla, perkusi, biola, terompet, serulinglah yang seharusnya didengar dari klakson," ungkap Nitin Gadkari.

Untu mewujudkan aturan itu, Gadkari mengatakan bahwa ia sudah mengerahkan pejabat terkait untuk membuat aturan tersebut, agar nantinya produsen kendaraan di wajibkan  mempermudah pelanggan untuk dapat memilih jenis klakson yang tersedia di unit mobil yang akan dijual, termasuk bunyi alat music india.

"Semua aturan ini akan diterapkan pada setiap pabrikan mobil agar setiap kendaraan memiliki jenis klakson yang tepat," ujarnya.

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Kumparan.com

Tags

Terkini

Waspada! Covid-19 di China Naik Drastis Lagi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:04 WIB

Penganut Agama Islam Turun Drastis di India

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:53 WIB
X