Kudeta di Guinea karena Pemerintah Korupsi dan Presiden Ingin Miliki Masa Jabatan 3 Periode

- Senin, 6 September 2021 | 19:13 WIB
Kendaraan perang milik tentara pasukan khusus Guinea saat terjadi kudeta terhadap Presiden Alpha Conde. (Istimewa)
Kendaraan perang milik tentara pasukan khusus Guinea saat terjadi kudeta terhadap Presiden Alpha Conde. (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Suara letusan tembakan terdengar dari Istana Kepresidenan Guinea pada Minggu (5/9/2021). Hal itu disinyalir karena tentara pasukan khusus Guinea melakukan kudeta setelah menggulingkan pemerintahan Presiden Alpha Conde.

Pasukan tentara juga menculik Presiden Alpha Conde ke sebuah tempat yang keberadaannya sulit untuk diketahui.

Meski begitu, keselamatan Presiden Alpha Conde dijamin oleh Kepala Tentara Pasukan Khusus, Mamady Doumbouya.

Penyebab terjadinya kudeta di Guinea adalah kemiskinan yang disebabkan korupsi serta diubahnya konstitusi yang membuat Presiden Alpha Conde bisa menjabat sebagai Presiden Guinea untuk periode yang ketiga.

Presiden Alpha Conde terpilih lagi sebagai Presiden Guinea untuk yang ketiga kalinya pada bulan Oktober 2020.

Baca Juga: JPU Lakukan Kasasi setelah Hakim Vonis Lepas Terdakwa Penipuan Jual Beli Tanah Rp1,1 M

Terpilihnya lagi Alpha Conde sebagai Presiden Guinea memicu protes keras dari masyarakat.

Di sisi lain, seorang warga di ibu kota Konakry bernama Alassane Diallo menggambarkan betapa korupsi telah menjalar hebat di negaranya selama kepemimpinan Presiden Alpha Conde.

"Saat Presiden berkata di mana-mana bahwa dia ingin memberantas korupsi, kasus pengglelapan dana publik justru meningkat," ucapnya.

Mamady Doumbouya mengatakan, kudeta yang dilakukan pasukannya telah resmi menghilangkan pemerintahan beserta segala institusinya.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangkrut! Sri Langka Minta Dana Segar IMF

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:48 WIB

Presiden AS, Joe Biden Jatuh dari Sepeda

Minggu, 19 Juni 2022 | 19:31 WIB

PBB Resmi Akui Türkiye Sebagai Nama baru Turki

Jumat, 3 Juni 2022 | 12:13 WIB
X