Simak Hukum Menghindari Bayar Utang dalam Islam

- Senin, 6 September 2021 | 15:58 WIB
(Pixabay/stevepb)
(Pixabay/stevepb)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Sebelum memutuskan untuk berutang, Anda perlu mengingat bahwa jangan sekali-kali meremehkan soal utang piutang. Dalam Islam, utang diperbolehkan dengan hukum dan adab yang harus ditaati.

Dilansir dari Pemprov Sumbar, Senin (6/9/2021), berikut adab dan hukum utang piutang dalam Islam:

1. Mencatat utang piutang

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282).

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah, hasan shahih).

3. Rasa takut

Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali utang". (HR Muslim).

Baca Juga: Polisi Tindaklanjuti 10 Terduga Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang

4. Jangan merasa tenang jika memiliki utang

"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah, shahih).

5. Jangan pernah menunda membayar utang

"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi).

6. Jangan pernah menunggu ditagih sebelum membayar utang

"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi).

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang

"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Tanda Tanya Kematian 3 Bocah di Solok Selatan, Polisi Bakal Otopsi Jasad Salah Satu Korban

8. Jangan pernah meremehkan utang meski sedikit

"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang

"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim).

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya

"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34).

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pemrov Sumbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Artis Amyon Rilis Single Terbaru Berjudul 'Heart'

Jumat, 12 November 2021 | 17:44 WIB
X