Kembali Israel Menolak Rencana Amerika Serikat untuk Kembali Membuka Konsulatnya untuk Palestina di Yerusalem

- Kamis, 2 September 2021 | 02:49 WIB
Israel Flag
Israel Flag

Internasional - Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid pada sebuah konferensi pers Rabu (1/9) mengungkapkan bahwa pembukaan kembali Konsulat Amerika Serikat untuk Rakyat Palestina di Yerusalem merupakan ide yang buruk.

Yair Lapid beralasan bahwa Yerussalem adalah ibu kota berdaulat Israel, dan bukan Palestina dan rencana AS ini dapat mengirimkan pesan yang tidak benar, bukan hanya soal wilayah tetapi juga terhadap rakyat Palestina dan negara lainnya.

Dikutip dari Kumparan.com dengan judul Israel Tolak Rencana Biden Buka Kembali Konsulat AS untuk Palestina di Yerusalem Lapid menjelaskan bahwa pembukaan konsulat AS tersebut dapat menyebabkan pemerintahan baru Perdana Menteri Bennett menjadi tidak stabil.

“Kita memiliki struktur pemerintahan yang menarik, namun ringkih. Dan kami berpendapat ini akan mendestabilisasi pemerintahan dan saya pikir, pemerintah Amerika pun tidak ingin ini terjadi,” ungkap Lapid.

Diketahui, rencana Amerika Serikat untuk membuka kembali Konsulat AS untuk rakyat Palestina bukan pertama kali dilakukan. Pada mei 2021, melalui Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken pernah mengatakan hal senada, dengan alasan untuk mengembalikan hubungan dengan Palestina pasca diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota yang sah oleh Presiden Amerika sebelumnya Donald Trump dan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv.

Pasca tindakan yang dilakukan Donald Trump tersebut, memicu reaksi keras oleh warga Palestina dan negara-negara didunia.

Menurut Penjabat Organisasi Pembebasan Palestina Wasel Abu Youseef, sudah memprediksi akan hal ini. Ia menyebutkan bahwa Israel berusaha mencoba untuk mempertahankan status quo dan mematikan solusi politik manapun.***

 

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Kumparan.com

Tags

Terkini

Bangkrut! Sri Langka Minta Dana Segar IMF

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:48 WIB

Presiden AS, Joe Biden Jatuh dari Sepeda

Minggu, 19 Juni 2022 | 19:31 WIB

PBB Resmi Akui Türkiye Sebagai Nama baru Turki

Jumat, 3 Juni 2022 | 12:13 WIB
X