Diduga Diterkam Harimau di Teluk Lanus, Jasad Remaja Ditemukan Tanpa Kepala dan Kemaluan

- Senin, 30 Agustus 2021 | 13:44 WIB
Jasad remaja yang ditemukan tanpa kepala dan kemaluan. (haluanriau.co/Sugianto)
Jasad remaja yang ditemukan tanpa kepala dan kemaluan. (haluanriau.co/Sugianto)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Seorang warga di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak berinisial M (16) diduga hilang diterkam Harimau Sumatera pada Minggu (29/8/2021) sekitar pukul 22.55 WIB. Namun kabar menggemparkan datang ketika akhirnya jasadnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh, tanpa kepala dan kemaluan.

Hal ini dijelaskan Kaur Pemerintahan Kampung Teluk Lanus, Kenang, bahwasanya jasad korban anak remaja inisial M yang berasal dari daerah Nias itu ditemukan tak jauh dari pondok tempat dia bekerja.

"Jasad korban ditemukan sekitar dua ratus meter dari pondok tempat tinggalnya. Kondisi jasadnya sudah tidak utuh, bagian kepala dan kemaluannya hilang," ungkap Kenang kepada haluanriau.co, Senin (30/8/2021).

Kenang juga menuturkan, setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke daerah Mungkal.

"Di sana (pondok) ada dua keluarga asal Kabupaten Nias, Sumatera Utara yang bekerja membersihkan kebun kelapa sawit," jelasnya.

Kejadian itu membuat pihak aparat kampung berharap agar BBKSDA Provinsi Riau cepat tanggap. Menurutnya, jika tidak dilakukan penangkapan terhadap satwa yang dilindungi itu, dikhawatirkan akan memakan korban baru.

"Mewakili aparat kampung, saya berharap pihak BBKSDA Provinsi Riau tanggap terhadap masalah ini. Jangan hanya memasang kamera saja. Kalau bisa melakukan penangkapan terhadap satwa itu. Kalau dibiarkan seperti ini, penduduk di sini terancam," harapnya.

Menanggapi kejadian itu, Kepala BBKSDA Riau, Haryono melalui Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud, ketika dikonfirmasi halauanriau.co melalui telpon selulernya mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengecek lapangan. Lanjutnya, pihaknya sekaligus membawa keranjang perangkap untuk dipasang di TKP.

Mahfud melanjutkan, timnya juga akan menganalisa kejadian di lapangan guna memastikan penyebab kematian korban, diterkam harimau atau ada unsur lain.

"Karena dari foto-foto yang ada, yang dilaporkan ke kami, tidak ditemukan jejak. Namun ditemukan banyak darah yang berceceran, kubangan-kubangan darah. Jadi memang secara kronologis kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan teman-teman di sana," tegasnya.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Terkini

X