Dituding Main Mata dalam Jual Beli LKS, Kabid Dikdas: Orang Tua Distributor Tetangga Saya

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 21:58 WIB
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar.(hrc/Amri)
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar.(hrc/Amri)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar angkat bicara terkait adanya dugaan oknum instansi tersebut 'main mata' dengan pihak sekolah dan distributor dalam praktik jual beli Lembar Kerja Siswa di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Kampar Nandang Priatna yang namanya disebut-sebut main mata dengan pihak distributor mengatakan kalau dirinya sedang isolasi mandiri karena positif Covid-19. Sebab itu dia tidak bisa menanggapi tudingan terhadap dirinya pada pemberitaan sebelumnya saat dikofirmasi.

"Sebelumnya, saya minta maaf kepada kawan-kawan media, karena baru bisa menangagpi persoalan ini. Saya kemarin isoman dan baru memegang hp (handphone,red), jadi saya tidak dapat informasi apapun, bukan saya tidak proaktif," ujar Nandang, Kamis (12/8).

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan media sudah memberitakan dan memberikan informasi tentang maraknya jual beli LKS. Namun kalau itu dikaitkan dengan saya, saya tidak pernah memberikan rekomendasi baik lisan maupun tulisan kepada siapapun," sambung dia.

Saat dikonfirmasi terkait LKS yang rata-rata disalurkan oleh distributor yang melakukan pertemuan dengannya, Nandang memberikan keterangannya. Menurut Nandang, dirinya kenal dengan distributor itu sebelum menjabat Kabid Dikdas. Yakni, sejak dirinya menjadi kepala sekolah.

"Adapun foto distributor yang terlihat bersama saya itu, saya kenal dengan distributor yaitu Budiono, sejak saya menjadi kepala sekolah. Masalah foto saya bersama dengan Budiono, saat itu posisi saya di Pekanbaru bersama keluarga, mau ke grosir," sebut dia.

"Kebetulan saya bel-belan dengan Budiono karena orang tuanya tetangga saya. Jadi tidak ada kaitannya dengan jual beli LKS," kata Nandang seraya membantah jika dirinya yang memberikan rekomendasi soal penjualan LKS.

"Saat pertemuan itu saya tidak pernah berbicara LKS. Saya tidak pernah memberikan rekomendasi apapun kepada siapapun," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan, jika kepala sekolah melakukan transaksi menjual LKS dan lainnya yang mengakibatkan terjadi pungli, maka hal itu merupakan suatu pelanggaran.

"Jika hal itu kami temukan nantinya, kami dari dinas akan memberikan teguran mulai dari teguran ringan sampai teguran keras. Bahkan kami akan menonjobkan kepala sekolah itu," tegas Nandang.

Dia pun berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran terkait maraknya jual beli lKS tersebut.

"Kami akan turun ke lapanga besok dan melihat siapa kepala sekolah yang menjualbelikan LKS. Kalau kami temukan ada yang melanggar, kami akan mengambil tindakan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamat Lingkungan (KPH-PL) Kampar, Mustafa Kamal, mengatakan saat ini masih banyak ditemukan sekolah melakukan praktik jual beli LKS.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Amri

Tags

Terkini

X