Tekan Inflasi, Kejaksaan Negeri Tinjau Gudang Bulog Dumai Pastikan Ketersediaan Beras Impor

- Rabu, 25 Januari 2023 | 12:02 WIB
Kasi Intelijen Kejari Dumai Abu Nawas saat melakukan pemantauan di Gudang Bulog (Dodi/HRC)
Kasi Intelijen Kejari Dumai Abu Nawas saat melakukan pemantauan di Gudang Bulog (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, DUMAI - Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan pemantauan terhadap penyimpanan beras impor di Gudang Bulog Dumai. Hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah beras impor yang disimpan di sana, dan pendistribusiannya.

Kegiatan tersebut dipimpin Abu Nawas, Selasa (24)1) kemarin. Saat itu, kedatangan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Dumai dan tim tersebut disambut Faisal Fahmi selaku Kepala Cabang Bulog Dumai dan Kepala Gudang Bulog Dumai, Hutri Walter.

Abu Nawas menyampaikan, pemantauan itu dilakukan untuk memastikan jumlah beras impor yang disimpan pada gudang Bulog Dumai dan bagaimana tindak lanjut pendistribusian beras tersebut.

"Kami dari Kejaksaan turut serta dalam hal pemantauan impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog RI, mulai dari kedatangan kapal, penyimpanan, dan bagaimana prosedur pendistribusian beras impor tersebut kepada masyarakat agar tidak terjadi penyimpangan dan tepat sasaran guna menekan angka inflasi khususnya di Kota Dumai," ujar Abu Nawas, Rabu (25/1).

Saat pemantauan itu, Abu Nawas menyampaikan pesan dari Kepala Kejari (Kajari) Dumai, Agustinus Herimulyanto kepada pengelola beras di sana. Bulog Dumai diharapkan tetap amanah dalam mendistribusikan beras tersebut

"Jangan sampai terjadi penyimpangan yang tentunya akan merugikan banyak orang dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kerusuhan dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat. Jika ada penyimpangan maka akan kami tindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Abu Nawas.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Dumai, Faisal Fahmi menjelaskan terkait penyimpanan beras impor dari Myanmar dan Thailand.

"Kita telah menerima dan menyimpan beras impor seberat 4.789 ton dari negara Myanmar dan 4.800 ton dari Thailand. Seluruh beras impor tersebut disimpan pada 4 gudang dengan kapasitas penyimpanan 3.500 kilogram pada masing-masing gudang. Setiap hari kami melakukan pengukuran suhu pada gudang untuk menjaga kualitas beras tersebut," terang Faisal.

Terkait pendistribusian beras, dia mengaku telah menerima Surat Perintah Logistik (Sprinlog) untuk mendistribusikan ke beberapa daerah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Kami baru saja menerima Sprinlog dari pusat. Dalam waktu dekat akan kami distribusikan ke beberapa daerah kabupaten/kota di Provinsi Riau. Untuk Kota Pekanbaru akan didistribusikan sebanyak 1.500 ton beras, Kabupaten Kampar sebanyak 500 ton, Kabupaten Indragiri Hilir 250 ton, Kabupaten Indragiri Hulu sebayak 250 ton, dan Kabupaten Siak sebanyak 300 ton beras," kata dia.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X