Simulasi Pembiayaan Pilkada Riau 2024, Honor Badan Adhoc Telan Rp262 Miliar

- Selasa, 24 Januari 2023 | 14:01 WIB
Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir (Dodi/HRC)
Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau memaparkan bahwa honorariaum Badan Adhoc yang paling besar menelan anggaran pembiayaan dalam tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Riau Tahun 2024 mendatang. Besaran nya itu mencapai angka 59,36 persen atau senilai Rp272 Miliar.

Besaran anggaran itu di dapati jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan KPU Riau menyepakati skema pembiayaan bersama kategori satu, dimana kategori ini KPU Riau mengusulkan penggunaan anggaran sebesar Rp458 Miliyar.

Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir menyebut bahwa sisa dari pemakaian honor badan Adhoc ialah digunakan dalam tahapan Pilkada yakni senilai Rp142 Miliar atau sebesar 31,08 persen. Sisanya, yang terkecil 9.57 persen atau Rp43 milyar untuk operasional dan administrasi perkantoran.

“Postur angka persentasinya juga sama seperti yang diajukan oleh KPU Kabupaten/Kota. Karena pedomannya sudah ditetapkan oleh KPU RI dan Kementerian Keuangan,” kata Ilham, Selasa (24/1).

Penyusunan anggaran ini berpedoman mempedomani pedoman yang ada secara terperinci yang terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian honorarium ada 8 kegiatan, bagian persiapan dan pelaksanaan ada 17 kegiatan, dan bagian operasional dan administrasi perkantoran ada 9 kegiatan.

“Pedoman kami surat keputusan KPU Republik Indonesia serta peraturan dan surat Menteri Keuangan,” sambungnya.

Surat keputusan yang dimaksud ialah Keputusan KPU RI Nomor : 543 Tahun 2022 tentang Standar dan Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran Kebutuhan Barang/Jasa dan Honorarium Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.

Untuk pembiayaan atau honorarium rincian di setiap kegiatan, kata Ilham pedomannya adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 60/PMK.02/2021 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2022. Turunan dari PMK di atas adalah Surat Menteri Keuangan Nomor: S-647/MK.02/2022 tentang Biaya Masukan Lainnya (SBML) tahapan Pemilihan Umum dan Pilkada.

“Di surat Menteri Keuangan tersebut honor Badan Adhoc ditetapkan kenaikannya hampir 100 persen lebih dari Pilkada sebelumnya,” jelasnya,

Ada pun Badan Adhoc yang memerlukan anggaran tertinggi itu meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan/desa dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS.

Dirincikannya lagi, jumlah kecamatan di Riau ada 172 kecamatan. Untuk setiap kecamatan ada 5 anggota PPK, dibantu 3 tenaga kesekretariatan. Maka, diperlukan sebanyak 1.376 orang tenaga Badan Adhoc di tingkat kecamatan.

Sementara jumlah Desa/Kelurahan di Riau ada 1.862 Desa/Kelurahan, untuk setiap Desa/Kelurahan ada 3 anggota PPS, dibantu 3 tenaga kesekretariatan. Jadi dibutuhkan sebanyak 11.172 orang Badan Adhoc di tingkat Desa/Kelurahan.

Begitu pula untuk jumlah TPS, lanjut Ilham berdasarkan data pemilih berkelanjutan (DPB) semester I tahun 2022 atau saat KPU Provinsi menyusun anggaran kemarin ada 20.241 TPS. Jika di TPS ada sebanyak 7 anggota KPPS, dibantu 2 orang tenaga pengamanan TPS, maka dibutuhkan sebanyak 182.169 orang Badan Adhoc di sana.

“Kalau dijumlahkan semua Badan Adhoc se-Riau hitung-hitungan riilnya ada sekitar 194.717 orang tenaga. Dan anggaran pembiayaan terbesar ada di sana,” tutup Ilham.

(Mal)

Baca Juga: Kabulkan Banding Jaksa, Pengadilan Tinggi Riau Vonis Mati Pengendali 80 Kg Sabu

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun Ini, Pemko Pekanbaru Bakal Bangun Dua SMP Negeri

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:47 WIB
X