Seorang Tambal Ban Nekat Akhiri Hidup, Ditemukan Gantung Diri Oleh Sang Anak

- Jumat, 2 Desember 2022 | 15:58 WIB
Panit I Reskrim Polsek Bagan Sinembah, Ipda Edi Purnomo dan Bhabinkamtibmas saat olah TKP dan visum oleh Puskesmas Balai Jaya di rumah duka, Kamis (1/12/2022). (Jhoni/HRC)
Panit I Reskrim Polsek Bagan Sinembah, Ipda Edi Purnomo dan Bhabinkamtibmas saat olah TKP dan visum oleh Puskesmas Balai Jaya di rumah duka, Kamis (1/12/2022). (Jhoni/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Aksi nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir setelah sebelumnya terjadi di Kecamatan Tanjung Medan, kali ini terjadi di Kecamatan Balai Jaya.

Berdasarkan data yang dirangkum, Jumat (2/12/2022) menyebutkan bahwa peristiwa itu dialami seorang pria, BPN (37) seorang tukang Tambal Ban alamat Jln Lintas Riau-Sumut KM 17 Kepenghuluan Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir.

Peristiwa itu diketahui putri korban yang masih berusia 12 tahun pada Kamis (1/12/2022) sekira pukul 17.30 WIB kemarin.

Saat itu, putri korban, AP (12) pulang dari sekolah masuk ke dalam rumah. Dan saat menuju ke dalam kamar tidur, ia terkejut melihat ayahnya dalam keadaan tergantung dengan sebuah tali pinggang yang melilit di lehernya.

Melihat itu, AP memanggil kakaknya, CAR (15) dan kakeknya Badarun yang berada di sebelah rumah dan berkata 'Kek, ayah gantung diri di dalam kamar'.

Kemudian Badarun terkejut dan melihat ke dalam rumah untuk mengecek ke dalam kamar. Setelah memastikan itu, ia kembali keluar untuk meminta bantuan yang mana saat itu melihat menantunya, Rudi dan Sapri agar menelpon ketua RT setempat.

Selanjutnya sekira pukul 18.30 WIB, Panit I Reskrim Polsek Bagan Sinembah bersama tim datang untuk melakukan olah TKP disusul pihak Puskesmas Balai Jaya untuk melakukan Visum et Revertum.

Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pihak puskesmas menyatakan murni akibat gantung diri.

Kanit Reskrim Polsek Bagan Sinembah, Iptu Ferlanda Oktora didampingi Panit I Reskrim, Ipda Edi Purnomo membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut.

"Ya, namun setelah mendengar penjelasan pihak puskesmas, keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan telah ikhlas menerima kematian anaknya dengan membuat surat pernyataan," kata Edi Purnomo.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X