HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional, Bupati Rohil Minta Kwalitas Pendidikan Terus Ditingkatkan

- Sabtu, 26 November 2022 | 13:15 WIB
 (Jhon/HRC)
(Jhon/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar upacara peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-77 tahun dan Hari Guru Nasional yang dipusatkan di depan kantor BPKAD, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Sabtu (26/11/2022).

Dalam upacara tersebut, Bupati Rohil, Afrizal Sintong secara langsung bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri Dandim 0321 Rohil, Letkol Inf M Erfani SH M.Tr (Han), Ketua PGRI Rohil; Sekda Rohil, Fery H Parya, para kepala OPD dan berbagai unsur lainnya.

Sambutan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Bupati Rohil Afrizal Sintong menyebutkan bahwa, tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar. Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah di hadapi.

Ketangguhan ini katanya, didorong oleh kemauan kita untuk berubah,meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat
ke masa depan.

"Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan
perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas
sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada
perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak
berubah," katanya.

Ia menerangkan, sebenarnya bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah. Kami diKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.

"Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini,
sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk
belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan
kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah
perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat," jelasnya.

Dalam Platform Merdeka Mengajar terangnya, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.

"Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program
Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini.
Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia," sebutnya.

Mereka lanjutnya, adalah guru menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas yang sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Artikel Terkait

Terkini

X