Bupati H. Zukri Buka Pelaksanaan Musda dan Seminar Nasional LAMR

- Jumat, 25 November 2022 | 16:40 WIB
Bupati Pelalawan memasuki Gedung Laksamana Mangku Diraja (Raf/HRC)
Bupati Pelalawan memasuki Gedung Laksamana Mangku Diraja (Raf/HRC)

HALUANRIAU.CO, PELALAWAN - Musyawarah Daerah (Musda) dan Seminar Nasional Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Pelalawan Tahun 2022, dibuka secara resmi oleh Bupati Pelalawan H Zukri di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja. Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Jum'at 25/11/2022.

Bupati Pelalawan, H. Zukri pada saat memeberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi musda dan seminar nasional LAMR Kabupaten Pelalawan menyampaikan
Musyawarah daerah (Musda) LAMR Kabupaten Pelalawan menjadi musyawarah tempat keruh di jernihkan.

"Tentang benang kusut diluruskan. Tentang tempat sengketa disudahkan. Tentang tempat hukum di jalankan. Petuah harus kita pegang sama-sama," ujar Bupati.

Bupati menambahkan pemerintah menaruh harapan kepada para datuk-datuk pemuka adat, mari kita bergandengan tangan memajukan Pelalawan dan membangun Pelalawan. Makna beradat harus  di aplikasikan kedalam kehidupan setiap hari agar pengurus LAMR Kabupaten Pelalawan dapat menerima, menyepakati serta mengatur perilaku kehidupan masyarakat dan dalam musyawarah dituangkan.

Kepada majelis musyawarah agar dibuat kesepakatan,aturan pemangku adat harus menjadi contoh, tauladan dan panutan di masyarakat. Budaya yang baik harus di contoh dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan globalisasi budaya asing masuk ke wilayah tidak bisa kita tolak. Namun masyarakat Pelalawan harus terus memelihara dan melestarikan budaya dan adat-istiadat melayu di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Ajarkan yang baik dan lakukan yang baik agar jadi panutan yang baik di keluarga maupun di masyarakat umum. Makna adat bagaimana kita betul-betul jadi tauladan. Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah mengadakan anggaran operasional bagi pemangku adat dalam melaksanakan aktivitas operasional lembaga adat, mengurus keadatan  maupun budaya. Kembalikan makna adat dalam menyelesaikan permasalahan dikalangan masyarakat.

"Makna adat bagi masyarakat adalah Kesejahteraan rakyat dan bisa menjaga alam. Jadikanlah negeri ini kekompakan dan mari kita bangun bersama - sama tanpa ada perbedaan. Hidupkan kembali budaya Melayu dan adakan perlombaan demi pelestarian adat dan budaya Melayu. Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah merupakan salah satu filosofi hidup yang dipegang dalam masyarakat Melayu, yang menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam tata pola prilaku dalam nilai-nilai kehidupan," kata Zukri.

Narasumber yang dihadirkan oleh LAMR Pelalawan dalam Seminar Nasional diantaranya,Menteri LHK RI dengan tema Kebijakan Pemerintah Bidang Kehutanan Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat ,Kapolres Pelalawan dengan tema  Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Dari Perspektif Penegakan Hukum & Kamtibmas,Anggota DPD RI dengan Tema  Regulasi Perlindungan Dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat ,Direktur WALHI Riau mengusung tema Strategi Dan Implementasi Advokasi Hak-Hak Masyarakat Hukum Adat. Terakhir dari Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat/BRWA dengan pembahasan  registrasi wilayah hukum adat sebagai strategi memenangkan Perjuangan hak-hak adat.

(Raf)

Baca Juga: Polres Inhu Peringati Hari Guru di SD Marjinal Pasir Ringgit

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Orang Warga Pangkalan Kerinci Positif DBD

Rabu, 18 Januari 2023 | 14:26 WIB
X