Dugaan Penzaliman Empat Karyawan Chevron, Tiga Serikat Pekerja Surati Presiden Direktur Chevron, Ini Isinya

- Senin, 2 Agustus 2021 | 23:59 WIB
Pt Chevron Pasifik Indonesia
Pt Chevron Pasifik Indonesia

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Empat karyawan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) saat ini terkatung katung dan mereka merasa terzalimi dengan sikap perusahaan minyak itu. Mereka tidak lagi mendpaatkan hak hak mereka, padahal status mereka masih karyawan.

Menanggapi permasalahan tersebut, tiga serikat pekerja yang berad di PT CPI melayangkan surat langsung ke Presiden Direktur PT CPI yang berada di Jakarta, namun hingga saat inipun belum mendapatkan tanggapan apapun.

Dua serikat kerja tersebut masing masing Serikat Pekerja Nasional Chevron (SPNC), Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) dan Serikat Pekerja Chevron Indonesia (SPCI).

Surat tersebut juga berisi Peringatan Untuk Melaksanakan Ketentuan PKB PT. CPI dan Berlakunya PHK Pasal 141 PKB Kepada Seluruh Pekerja PT.CPI di Blok Rokan Riau tanggal 8 Agustus 2021.

Mereka juga menanggapi isi surat dari pengacara CPI yang diduga menyesatkan dan membingungkan dalam melaksanakan ketentuan PKB (Perjanjian Kerja Bersama).

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/daerah/pr-11531274/duka-karyawan-chevron-gaji-tak-dibayar-tabungan-tak-dicairkan-hingga-diusir-dari-rumah

Surat yang ditandatangani oleh tiga ketua umum serikat pekerja tersebut menyatakan bahwa;

"Kami mendukung PT. CPI untuk melakukan alih kelola blok Rokan secara penuh kepatuhan, tanggung jawab dan terbuka tanpa adanya diskriminasi terhadap semua ketentuan perundangan yang berlaku. Hal tersebut sejalan dengan salah satu azas dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) kita yaitu; Asas Itikad Baik (good faith) yang tercantum dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang berbunyi: “Perjanjian harus dilaksanakan dengan Itikad baik”. Selanjutnya kita secara sadar menyetujui bahwa kita akan tetap berpegang dan berpedoman pada semua ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam PKB dengan sebaik-baiknya sebagaimana kita tuliskan dalam Mukadimah PKB alinea terakhir.

Bahwa Kuasa Hukum Saudara, menurut kami telah memberikan keterangan yang membingungkan dan menyesatkan terkait dengan ketentuan pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah kita sepakati dan perjanjikan serta sudah di sah terdaftar pada pihak yang berwenang. Untuk itu, Kami perlu mengingatkan Saudara bahwa Asas kepastian hukum atau disebut juga dengan Asas Pacta Sunt Servanda merupakan asas yang berhubungan dengan akibat perjanjian. Asas pacta sunt servanda merupakan asas bahwa hakim atau pihak ketiga harus menghormati substansi kontrak yang dibuat oleh para pihak, sebagaimana layaknya sebuah Undang-Undang. Mereka tidak boleh melakukan intervensi terhadap substansi kontrak yang dibuat oleh para pihak. Asas pacta sunt servanda dapat disimpulkan dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata; “Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”.

Apabila Kuasa Hukum Saudara membaca secara lengkap pertimbangan Hakim mengenai Upah dan Hak-hak lain tersebut dikatakan bahwa; “… dengan kewajiban Pengusaha membayar Upah dan hak-hak lain” atau “…sepanjang Upah dan Hak-hak lainnya yang biasa diterima, tetap dibayarkan” kesemuanya itu mengacu pada Pasal 155 ayat (3) UU13 dan sejalan dengan PKB yang kita sepakati. Kami menambahkan bahwa dalam Putusan PHI tingkat 1 tersebut, tidak ada membatasi Upah dan Hak-Hak lain yang biasa mereka terima, hanya selama 6 bulan seperti perbuatan Saudara saat ini. Untuk memberikan Kepastian Hukum serta menunjukkan Itikad Baik (good faith) Saudara, maka kami minta Saudara untuk segera melaksanakan ketentuan dari PKB PT. CPI, Pasal 3 ayat (2), Pasal 111 ayat (5) dan Pasal 113 huruf (a) yang juga sejalan dengan pertimbangan hukum Hakim PHI pada Pasal 155 ayat (3) UU13 kecuali Saudara dengan sengaja untuk melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Terkini

Dua Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Menuju Herd Immunity, UNRI Vaksinasi 3.000 Peserta

Rabu, 22 September 2021 | 20:28 WIB
X