Duka Karyawan Chevron, Gaji tak Dibayar, Tabungan tak Dicairkan Hingga Diusir dari Rumah

- Senin, 2 Agustus 2021 | 23:06 WIB
Pt Chevron Pasifik Indonesia
Pt Chevron Pasifik Indonesia

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) diduga sudah menzalimi empat karyawannya. Gaji mereka tidak dibayarkan selama berbulan bulan, dana tabungan yang mereka setorkan setiap bulannya tidak bisa mereka cairkan, bahkan sekarang mereka sudah diminta untuk meninggalkan rumah yang mereka diami saat ini.

Hal itu disampaikan tiga orang pegawai Chevron masing masing Rofian, Yuli Triono dan Binsar saat menyambangi kantor haluanriau.co di jalan Tuanku Tambusai.

"Sampai saat ini kami masih karyawan Chevron karena sampai sekarangpun tidak ada surat pemberhentian hubungan kerja (PHK) yang diterima. Tapi kami tidak sedikitpun menerima hak yang harusnya kami dapatkan sebagai seorang karyawan, ungkap Rofian kepada haluanriau.co, Senin 2 Agustus 2021.

Menurut Rafian, dirinya yang sudah 20 tahun lebih bekerja di Chevron tanpa sebab mendapatkan skorsing dan sudah dua kali didapat. Namun dirinya tidak bisa membela diri atas keselahan yang dilakukannya.

"Bagaimana saya akan bisa memberikan penjelasan dengan data yang ada pada saya, sementara sejak saya di skorsing 2020 lalu, saya tidak lagi bisa lagi masuk kantor karena tidak memiliki akses masuk. Padahal seluruh data ada pada komputer saya yang ada di kantor tersebut. Sistem yang ada pada komputer itupun sudah dimatikan, jelasnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh dua rekan lainnya. Binsar dan Tri juga mendapatkan perlakuan yang sama termasuk satu orang karyawan lainnya, Nofrina. Bahkan mereka untuk akses masuk ke dalam komplek Chevron dimana mereka tinggal juga tidak mendpaatkan akses lagi dan selalu terhenti di penjagaan security.

Keempat karyawan tersebut sebelumnya sudah menjalani mediasi di Disnaker dan rekomendasi dari Disnaker mengambalikan hak hak keempatnya diabaikan Chevron, malah mereka menggugat ke Pengadilan.

Di pengadilan, hanya Yuli Triono yang menang atas gugatan tersebut sementara tiga lainnya kalah. Chevron kemudian mengajukan Kasasi atas kekalahannya tersebut, begitu juga Binsar Rofian dan Nofrina yang kalah atas gugatan Chevron mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.

"Saya terus terang dan demi Allah kemenangan saya saat itu karena memang saya memiliki sedikit data atas apa yang dituduhkan kepada saya ditambah lagi dengan dukungan dari serikat pekerja, ungkap Triono.

Triono mengakui data yang diperolehnya tersebut didapatnya dari email pribadinya, dimana selama ini dokumen pekerjaanya selalu dikirimkan ke email pribadi.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Terkini

Dua Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Menuju Herd Immunity, UNRI Vaksinasi 3.000 Peserta

Rabu, 22 September 2021 | 20:28 WIB
X