Sudah Seminggu Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Pangean Belum Terungkap, Polres Kuansing: Sedang Diupayakan

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:12 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Seminggu pasca kejadian kasus pembunuhan ibu (60) dan anak (24) gadisnya di Dusun Penghijauan, Desa Pasar Baru, Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau belum bisa di ungkap oleh pihak penyidik Polres Kuansing.

Pembunuhan berdarah ibu dan anak itu diketahui Selasa 27 September 2022 sekira pukul 19.00 WIB. Hal itu diketahui dari pacar korban saat berkunjung ke rumah korban akibat handphone YN (24) tidak aktif.

Takut akan kondisi rumah dalam keadaan mati lampu dan tidak terkunci, akhirnya pacar korban menghubungi pihak keluarga, seketika keluarga korban datang ke rumah korban dengan membawa penerang (Senter). Kaget akan peristiwa yang menimpa keluarga nya, akhirnya keluarga korban menghubungi kepala dusun dan menghubungi pihak Kepolisian Sektor Pangean.

Hingga saat ini, peristiwa ibu dan anak tersebut belum terungkap siapa pelakunya. Namun kekhawatiran warga terus bertambah, pasalnya sebelum seminggu kejadian, salah seorang warga Pangean kembali menjadi korban pencurian dengan kerugian lebih dari Rp3 juta.

Terkait hal itu, saat di konfirmasi Kasat Reskrim Polres Kuansing, Linter Sihaloho menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengungkap siapa pelaku di baliak peristiwa tersebut.

"Sedang di upayakan," ucap Linter Sihaloho Kepada Haluanriau.co Rabu (05/10/2022).

Klik di sini untuk mendapatkan voucher Pegadaian

Kendati demikian, Linter belum bisa memastikan beberapa orang pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut, namun saat ini pihaknya sedang mengikuti dan mencari petunjuk siapa pelakunya.

"Saat ini kita lagi mencari petunjuk siapa pelakunya dan jumlah pelaku belum bisa kita simpulkan," terang Linter.

Namun masyarakat Kuansing selalu bertanya, dalam pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut belum menemukan titik terang, sehingga menimbulkan asumsi negatif tentang proses hukum.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X