Korupsi Anggaran di Bappeda Siak, Yan Prana Hanya Divonis 3 Tahun Penjara

- Kamis, 29 Juli 2021 | 15:50 WIB
Sidang agenda putusan terhadap terdakwa Yan Prana di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)
Sidang agenda putusan terhadap terdakwa Yan Prana di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menyatakan Yan Prana Jaya Indra Rasyid bersalah melakukan korupsi di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak. Hanya saja, vonisnya sangat rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Demikian yang terungkap di persidangan yang digelar secara virtual, Kamis (29/7/2021). Sidang itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina di ruang sidang. Di tempat yang sama, juga terlihat tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa.

Yan Prana sendiri berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru sehingga ia mendengarkan putusan melalui video conference. Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyatakan Yan Prana tidak terbukti melakukan dugaan korupsi pemotongan anggaran perjalanan dinas sebagaimana dakwaan pertama primair JPU.

Sementara itu, hakim menyatakan Yan Prana Jaya tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan pertama primair. Sehingga hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan kesatu primair tersebut. Adapun dakwaan pertama primair itu, orang dekat Gubernur Riau Syamsuar tersebut dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan korupsi anggaran pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan makan minum di Bappeda Siak tahun 2014-2017.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam dakwaan pertama subsidair, yakni Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menyatakan Yan Prana Jaya Indra Rasyid terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan pertama subsidair. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara tiga tahun," ujar Lilin Herlina sebagai Hakim Ketua.

Selain itu, hakim juga menghukum Yan Prana Jaya membayar denda Rp50 juta subsidair tiga bulan. Oleh hakim, Yan Prana tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara, kendati dinyatakan melanggar Pasal 18 UU Tipikor.

Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang dibacakan pada persidangan sebelumnya, di mana Jaksa menginginkan Yan Prana dihukum 7,5 tahun penjara, denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Tak sampai di situ, Yan Prana juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,8 miliar lebih subsidair tiga tahun penjara.

Menurut Jaksa, Yan Prana terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Hal itu sesuai dengan dakwaan kesatu primair.

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Reporter: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Dua Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Menuju Herd Immunity, UNRI Vaksinasi 3.000 Peserta

Rabu, 22 September 2021 | 20:28 WIB
X