Kamsol Mengaku Belum Mampu Mengatasi Persoalan Banjir dan Perbaikan Islamic Center di Kota Bangkinang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:32 WIB
Pj Bupati Kampar, Kamsol (Amri/HRC)
Pj Bupati Kampar, Kamsol (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Kamsol mengaku belum mampu menyelesaikan beberpa poin penting yang ditugaskan oleh Gubernur Riau kepada dirinya saat dilantik menjadi Penjabat Bupati Kampar beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan Kamsol saat menggelar Coffe Morning bersama insan pers di Balai Bupati Kampar, Jumat (30/9/2022) kemarin.

Adapun poin yang belum mampu diatasi Kamsol diantaranya mengatasi persoalan banjir di Kota Bangkinang dan perbaikan Masjid Islamic Center Bangkinang.

Hal itu sulit diselesaikan sebut Kamsol, selain terkendala anggaran juga butuh waktu lama untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Setiap hujan turun langsung saya, kalau hujan turun, cemas risau hati saya. Kenapa, karena saya ingin tahu betul bagaimana masyarakat yang berada di aliran drainase kita itu kecil tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat," kata Kamsol.

Dikatakan dia, kalau hujan 1-2 jam aman, kalau sudah lima jam tergantung curahnya kalau lebat maka akan terjadi banjir. Ia menyebut baru melihat di hilir belum melihat di hulu.

"Kalau bisa memotong disisi hulu, mungkin bisa lebih cepat kos (anggaran) nya mana lebih murah. Memotoh dari sisi hulu atau kita main disisi hilir. Kalau disisi hilirnya kemarin saya lihat hanya bisa dibangun shortcut (pintasan, red) air. Shortcut ini mahal habis duit 9 miliar banjir juga tak teratasi," terangnya.

Untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Bangkinang kata Kamsol, tidak bisa diselesaikan dengan "Bim Salabim". Karena  pembangun awal dulu sebut dia tidak memperhitungkan drainase.

Kamsol membandingkan dengan pembangunan di luar Negeri, menurutnya di luar negeri sebelum membangun kota itu terlebih dahulu diperhitungkan pembanguan drainase.

"Kalau diluar negeri tata kota, drainase itu di tata betul, sebelum kota itu di bangunan. Walaupun sudah dibangun bisa ditata ulang. Butuh dana besar, kalau jangka panjang ini bisa selesai, ini kita masukan dalam RPMJD kedepan kita kawal betul, saya hanya mengantar sampai disini membuat sebuah konsep," tuturnya.

"Jadi konsep itu kita tuangkan kedalam pilkada tahun 2024, tahun 2023 ini sudah dimulai menyusun draf awal RPJMD, jadi yang begitu-begitu jangan sampai lupa masuk. Karena bupati terpilih nanti memiliki visi dan misi, ada yang sesui dengan kondisi terkini ada yang tidak," sambung dia.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Artikel Terkait

Terkini

X