Sudah 1 Bulan, Berkas Tersangka Judi Karyawan BUMN di Lubuk Dalam Tak Juga Tahap Satu, Persepsi Liar Muncul

- Kamis, 29 September 2022 | 19:19 WIB
Ilustrasi penangkapan tersangka Judi (Istimewa)
Ilustrasi penangkapan tersangka Judi (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Pengungkapan tindak pidana perjudian yang melibatkan salah seorang karyawan BUMN di Kecamatan Lubuk Dalam dan seorang rekannya sudah berlangsung satu bulan lebih.

Kendati demikian, berkas perkara kedua tersangka belum juga dilakukan tahap satu oleh penyidik Kepolisian, hal tersbut tentu saja membuat tanda tanya dan akan menimbulkan persepsi liar di tengah masyarakat.

Bahkan, kedua pelaku perjudian yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian Polres Siak sudah tidak dilakukan penahanan lagi, namun mereka sudah berada di luar.

Informasi dari warga Kecamatan Lubuk Dalam, tersangka inisial JPT yang bekerja sebagai karyawan BUMN tersbut masih melakukan aktifitas seperti biasa di tempat dia bekerja.

“Waktu pasca penangkapan, dia (JPT, red) tidak masuk kerja, karena berada di Rutan Polres Siak selama lebih kurang satu minggu,” ujar warga yang tidak ingin dicantumkan jati dirinya.

Info dari karyawan tempat JPT bekerja, katanya selama dia ditahan di rutan Polres Siak dia beralasan pulang ke medan, karna ada mendapat musibah.

Baca Juga: Penting! Cegah Terjadinya Kebakaran Akibat Penggunaan Lampu Teplok

Masih kata warga Lubuk Dalam tersebut, kalau sekiranya JPT yang nota bane nya karyawan BUMN tersebut ditahan dan menjalani proses hukum, tentu saja dia akan di PHK dari tempat kerjanya dan tidak akan menerima hak-haknya sebagai karyawan dari tempat dia bekerja.

"Karena ketentuan bekerja di BUMN kan sudah jelas, setiap karyawan yang tersandung kasus hukum tentu akan mendapatkan sanksi berat dari kantor," ujarnya sembari meyangkan tindakan penyidik yang dianggap kurang profesional.

Beberapa orang warga Kecamatan Lubuk Dalam sangat menyayangkan terkait pengungkapan kasus yang melibatkan Karyawan BUMN yang sedang bergulir tersebut. Seharusnya penegak hukum berlaku adil tidak ada tebang pilih, karna semua masyarakat sama di mata hukum.

"Apalagi Kapolri saat ini dengan jelas mengingatkan angggota Kepolisian untuk tidak main-main dengan kasus judi seperti ini, karena judi di daerah kami sudah meresakan masyarakat," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tutup Jambore Kader PKK, Ini Pesan Rasidah

Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:11 WIB
X