Pelecehan Seksual di Lingkup Kampus, Terancamnya Ruang Aman Menuntut Ilmu

- Senin, 26 September 2022 | 17:53 WIB
Gedung Dekanat FISIP, UNRI (Gita/HRC-MaG)
Gedung Dekanat FISIP, UNRI (Gita/HRC-MaG)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini menyeret nama Universitas Riau, dengan terduga Gubernur BEM FISIP dengan inisial GA sebagai tersangka.

Sebelumnya, kasus ini diketahui publik melalui salah satu postingan di akun @bemfisipunri yang mengutarakan 6 poin pernyataan sikap mereka terhadap kasus ini. Wakil gubernur BEM FISIP, Rifqi Mulya Nauli Siregar menyatakan bahwa mereka akan mendampangi korban. Terlebih lagi korban saat ini sedang mengalami trauma atas kejadian tersebut.

Meski tidak melapor ke Polisi, kasus tersebut telah diselidiki oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Riau.

Belum adanya kabar lebih lanjut mengenai kasus ini membuat beberapa mahasiswa memiliki pandangannya sendiri, ada yang memilih untuk bersikap netral.

“Dari aku sendiri nanggapinya netral ya, karenakan belum jelas juga informasi yang sebenarnya,” ucap Nowi saat diwawancarai di FISIP pada, Senin (29/09/22).

Baca Juga: Disinyalir karena Kalah Praperadilan, Kejati Ambil Alih 3 Perkara Korupsi dari Kejari Inhil

Namun, sebagian mahasiswa merasa kasus ini merugikan nama baik fakultas dan universitas, terlebih menurut mereka pelakunya ialah seorang ketua BEM. Ditambah lagi, citra FISIP belum sepenuhnya membaik karena kasus pelecehan seksual yang sebelumnya dilakukan oleh Dekan FISIP.

“Miris rasanya ketua BEM melakukan tindakan yang merugikan nama dan banyak pihak,” tambah Kanya dan teman-temannya saat ditemui.

Berdasarkan data yang diunggah Komnas Perempuan periode 2015-2021 ada 67 kasus kekerasan terhadap perempuan di lingkungan pendidikan. Kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan yakni kekerasan seksual 87,91 persen, psikis dan diskriminasi 8,8 persen. Lalu, kekerasan fisik 1,1 persen.

Perguruan tinggi menempati urutan pertama untuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dengan 35 kasus pada tahun 2015 hingga 2021.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Pekanbaru 2023 Disepakati di Angka Rp3.319 Juta

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:55 WIB

APBD Pekanbaru 2023 Sah 2,699 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 22:40 WIB
X