Disebut Meningkat, Kadiskes Kampar: Awal Tahun ini Angka 3.000 dan Sekarang Turun Menjadi 1.300 Stunting

- Senin, 26 September 2022 | 17:20 WIB
Poto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kampar dr Zulhendra Da'sat saat acara sosialisasi penanggulangan stunting (Amri/HRC)
Poto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kampar dr Zulhendra Da'sat saat acara sosialisasi penanggulangan stunting (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Kepala Dinas Kesehatan Kambuapaten Kampar, dr.Zulhendra Das'at menjelaskan angka stunting di Kampar awal tahun 2022 ini angkanya 3.000 dan sekarang turun menjadi angka 1.300.

Hal itu disampaikan dr. Zulhendra Das'at menanggapi berita sebelumnya yang menyatakan angka stunting di Kabupaten Kampar meningkat seignifikan mencapai 1.300 anak.

"Untuk angka stunting Kabupaten Kampar di awal Tahun 2022 angkanya 3000 an sekarang turun menjadi 1300," kata Zulhendra Das'at, saat diwawancarai haluanriau.co, Senin (26/9/2022).

Ia mengatakan angka ini menurun setelah dilakukan konvergensi intervensi oleh semua pihak termasuk pengukuran ulang memakai alat antropometri.

"Tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Kampar juga melakukan audit stunting baik data maupun penderita stunting. Dinkes beserta tim percepatan penurunan stunting optimis di awal tahun 2023 prevalensi nya bisa menurun mencpai 18 % sesuai target nasional," ujar Zulhendra.

"Tahun ini Kabupaten Kampar mendapat penghargaan no. 2 se- Provinsi Riau dalam percepatan penurunan stunting yang di selenggaran di Makassar," tambahnya.

Baca Juga: Alasan Gen Halilintar Absen di Acara Tedak Sinten Ameena

Zuhendra mengatatakan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan. Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, diantaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," jelasnya.

Zulhendra memaparkan, PIS-PK sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK. Program ini dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat untuk memantau kesehatan masyarakat. Termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka stunting oleh petugas puskesmas.

PIS-PK kata dia, merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah, terutama di daerah dan perbatasan agar penurunan angka stunting bisa tercapai.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X