Tahap I, Tersangka Korupsi PMB-RW Kecamatan Tenayan Raya Bakal Disidangkan secara In Absentia

- Minggu, 18 September 2022 | 14:09 WIB
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Agung Irawan (Dodi/HRC)
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Agung Irawan (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Penyidik akhirnya melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi dengan tersangka Fauzan ke Jaksa Peneliti. Saat ini, berkas perkara mantan pendamping Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) Kecamatan Tenayan Raya itu tengah ditelaah.

Fauzan merupakan tersangka dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan PMB-RW dan Dana Kelurahan Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru Tahun Anggaran (TA) 2019. Selain Fauzan, Abdimas Syahfitra sebelumnya juga telah menyandang status yang sama. Mantan Camat Tenayan Raya itu telah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah.

Dalam penyidikan perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp493.486.858 itu, Jaksa telah beberapa kali memanggil Fauzan secara patut dan layak untuk diperiksa, baik sebagai saksi maupun dalam dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Namun yang bersangkutan tak kunjung datang, dan keberadaannya tidak diketahui.

Hingga akhirnya Jaksa menyematkan status buron dan memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Status buron ditetapkan pada 26 April 2021 lalu.

Sejak saat itu, proses pencarian terus dilakukan. Korps Adhyaksa itu telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) di Jakarta. Selain itu, juga meminta bantuan penangkapan kepada aparat penegak hukum yang lain. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Pekan Kemarin, Kejari Pekanbaru Pindahkan 51 Tahanan

Demi kepastian hukum, penyidik akhirnya melimpahkan berkas perkara Fauzan ke Jaksa Peneliti. Proses tahap I tersebut dilakukan beberapa waktu yang lalu.

"Berkas tersangka F (Fauzan, red) telah tahap I," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan, Minggu (18/9/2022).

Saat ini, kata Agung, Jaksa Peneliti tengah menelaah berkas perkara tersebut. Hal itu untuk memastikan kelengkapan syarat formil dan materil perkara.

"Sedang diteliti berkas perkaranya. Setelah dinyatakan lengkap, maka akan segera dilimpahkan (ke pengadilan) melalui mekanisme in absentia (disidangkan tanpa kehadiran terdakwa,red)," tegas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Pekanbaru 2023 Disepakati di Angka Rp3.319 Juta

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:55 WIB

APBD Pekanbaru 2023 Sah 2,699 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 22:40 WIB
X