Mahasiswa KKN UMRI Laksanakan Program Public Speaking Guna Bangun Rasa Percaya Diri Anak Muda di Desa Limau

- Sabtu, 17 September 2022 | 14:50 WIB
 (Dolly/HRC)
(Dolly/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPARMahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah Riau merangkul para siswa/siswi SD Negeri 024 dan SD Negeri 006 Desa Limau  Manis, Kec. Kampar, Kab. Kampar, Riau dalam kegiatan Pelatihan Public Speaking.

Kegiatan Pelatihan Public Speaking yang mana merupakan sebuah program kerja monodisiplin mahasiswa KKN, telah sukses dilaksanakan pada hari Kamis (15/9) pukul 09.30 WIB di Gedung Aula SD Negeri 024 Desa Limau Manis. Pelatihan Public Speaking ini menyongsong para remaja atau anak muda di Desa Limau Manis, yang kemudian menjadikan siswa/siswi SD Negeri 024 dan SD Negeri 006 Desa Limau Manis sebagai taget utama mereka.

Pelatihan Public Speaking ini dihadiri kurang lebih 26 (Dua Puluh Enam) siswa/siswi Desa Limau Manis dengan narasumber Retno Julita DwiNingrum, Mahasiswi Hubungan Masyarakat (Humas) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau dan rekan ​KKN lainnya.

Di bawah pengawasan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Raja Widya Novchi, mahasiswi asal Pekanbaru tersebut telah melakukan survei mengenai kondisi remaja atau anak muda di Desa Limau Manis. Dari hasil survei tersebut ditemukan permasalahan pada anak – anak muda di sini yang masih takut dan malu untuk berbicara di depan umum bahkan di depan kelas. Oleh karena itu, diadakanlah program Public Speaking Class yang bertema “Bisa Karena Terbiasa”.

Adapun maksud dari dilaksanakannya pelatihan ini adalah membangun kepercayaan diri dan keberanian siswa/siswi SD Negeri 024 dan SD Negeri 006 Desa Limau Manis dalam hal berbicara di depan umum.

Dalam pelatihan Public Speaking ini, narasumber menjelaskan dasar-dasar dari public speaking mulai dari pengertian, fungsi, komponen, struktur, bentuk - bentuk public speaking, serta jenis-jenis public speaking. Tidak hanya itu, narasumber juga menjelaskan apa yang membuat public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum menjadi “momok” bagi para siswa/siswi tersebut.

Dijelaskan pula kiat - kiat menghadapi rasa takut ketika berbicara di depan umum, juga tips - tips yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam public speaking. Dalam kegiatan pelatihan ini Retno menjelaskan, “Kalau adek - adek selalu menolak kesempatan untuk berbicara di depan public karena takut, lalu kapan bisanya? Public speaking akan semakin baik dilakukan ketika jam terbang atau pengalaman kita semakin banyak,”. Hal ini selalu disampaikan oleh narasumber untuk membangun keberanian para siswa/siswi.

“Banyak berlatih adalah kunci penting supaya kita tidak lupa materi dan gugup di depan publik, maka mempelajari materi dan berlatih matang-matang itu sangat penting ya adek-adek!,” ujar Retno dalam pengisian materi.

Banyak juga tips jika takut atau gugup ketika menatap lawan bicara," Kalau adek - adek tidak berani saat menatap lawan bicara, adek-adek bisa melihat di tengah-tengah antara alis lawan bicara kita, kemudian kalau audiens nya banyak, adek-adek bisa melakukan kontak mata ke audiens lainnya agar pandangan merata,”

Kegiatan Pelatihan Public Speaking ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dasar tentang Public Speaking untuk siswa/siswi SD Negeri 024 dan SD Negeri 006 Desa Limau Manis, Kec. Kampar, Kab. Kampar, Riau.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X