BOB Sebagai Operator Antara PT BSP dan Pertamina

- Sabtu, 10 September 2022 | 10:52 WIB
Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan (Sugianto/HRC)
Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan (Sugianto/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Perkembangan migas di Provinsi Riau catatkan sejarah baru. Tercatat pada 9 Agustus 2002, PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) menyerahkan WK CPP kepada pemerintah.

Selanjutnya, pemerintah menyerahkan pengelolaannya kepada PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Pertamina Hulu yang kemudian membentuk Badan Operasi Bersama (BOB) PT BSP-Pertamina Hulu sebagai operator di Wk CPP.

Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan mengatakan dalam proses saat itu, menteri ESDM kemudian menyurati Gubernur Riau melalui Surat Nomor : 2374/30/MEM-M/2001 tanggal 11 September 2001.

"Dalam surat itu Menteri ESDM meminta Gubernur Riau segera membentuk Tim Terpadu Riau yang mewakili seluruh komponen masyarakat Riau, termasuk Pemkab Siak," jelas Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga: Secercah Asa dari Polres Inhu Untuk Talang Mamak di Aliran Sungai Gansal

Disampaikan politisi asal partai Golkar itu, tim yang dibentuk nantinya bertugas untuk melanjutkan perundingan dan segera menghubungi Pertamina untuk merumuskan pola kerjasama yang akan dilakukan dalam pengelolaan WK CPP.

"Tim diberi wewenang untuk melakukan dialog dan perundingan dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait lainnya," sebut Indra yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Siak.

Selanjutnya, kata Indra lebih jauh, pada 29 Desember 2001 ditandatangani Nota kesepakatan (MoU) antara Tim WK CPP Riau dan Tim Pertamina tentang Wilayah Kerja WK CPP.

Adapun yang menjadi pola kerjasama yang disepakati adalah kerjasama konsorsium manajemen dan Konsorsium Operasi antara PT Bumi Siak Pusako dengan Pertamina Hulu.

Lanjut Indra, 4 Juni 2002 akhirnya dibentuk konsorsium yang diberi nama Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X