Kajari Kampar Targetkan Ungkap Lima Perkara Korupsi Tahun Ini, Dua Kasus Berjalan

- Kamis, 22 Juli 2021 | 21:35 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Arif Budiman didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Silfanus Rotua Simanulang.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Arif Budiman didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Silfanus Rotua Simanulang.

HALUANRIAU.CO KAMPAR-Kejaksaan Negeri Kampar targetkan lima perkara dugaan tindak pidana korupsi tuntas di tahun ini (2021). Saat ini diketahui korps Adhyaksa itu tengah menangani dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Kampar.

Adapun tidak pidana korupsi yang tengah didalami pihak kejaksaan itu yakni, dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah dalam penyertaan modal Kabupaten Kampar ke PT Kamparicom dan dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit oleh PT Bank Riau Kepri dalam pembelian lahan sawit di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kampar.

"Pada tahun 2021 ini dibidang Intel Kejari Kampar sudah menangani dua kasus dugaan tindak pidana Korupsi," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Arif Budiman, usai melaksanakan upacara secara virtual serentak se Indonesia, dalam rangka sampena puncak Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-21," Kamis, (22/7).

"Untuk kedua kasus ini kita sudah memanggil beberapa pihak, khusus dugaan penyimpangan pemberian fasilitas kredit untuk pembelian lahan sawit kita sudah memanggil pihak Bank Riaukepri dan pihak KUD," sambung dia.

Kajari menyebut, kedepannya masih ada lagi kasus lain yang akan di tangani pihaknya, dalam hal itu dia berharap dukungan dari masyarakat.

"Selain itu, masih ada kasus lain yang akan kita tangani. Untuk itu kita harapkan dukungan dari masyarakat dan tahun ini kita targetkan lima perkara," kata Arif Budiman.

Mantan Kajari Halmahera Tengah itu juga menyampaikan, ada tujuh intruksi Jaksa Agung yang akan dilaksanakan pihaknya untuk satu tahun kedepan diantaranya terkait Pandemi Covid-19.

"Ada tujuh instruksi pimpinan yang harus kami laksanakan dalam tahun ini, diantaranya terkait Pandemi Covid-19. Kita diminta mengawasi agar jangan sampai terjadi kelangkaan obat - obatan, oksigen dan lain - lain, selain itu juga kami dituntut untuk mengawasi pelaksanaan refocusing anggaran," pungkas Arif Budiman.

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Reporter: Amri

Tags

Terkini

X